Trump: Tanpa Kesepakatan Damai, AS Bisa Saja Bombardir Iran hingga Dua Tahun

fin.co.id - 18/06/2026, 18:57 WIB

Trump: Tanpa Kesepakatan Damai, AS Bisa Saja Bombardir Iran hingga Dua Tahun

Presiden AS Donald Trump menegaskan kesepakatan damai AS-Iran mencegah perang panjang hingga dua tahun.

fin.co.idKetegangan geopolitik global antara Washington dan Teheran akhirnya mulai menemukan titik terang melalui jalur diplomasi. Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran mencegah negara itu menghadapi serangan lanjutan dari AS hingga dua tahun.

Pernyataan ini sekaligus menggambarkan betapa krusialnya nota kesepahaman yang baru saja tercapai bagi masa depan kedua negara.

Dalam sebuah konferensi pers pada Rabu, 17 Juni 2026, Trump membeberkan skenario buruk yang mungkin terjadi jika jalur diplomasi tersebut menemui jalan buntu.

"Jika kami tak membuat kesepakatan ini, kami bisa saja menjatuhkan lebih banyak bom selama dua minggu, tiga minggu, empat minggu, bahkan hingga dua tahun," kata Trump.

Dampak Besar Bagi Selat Hormuz dan Pasar Global

Langkah penandatanganan komitmen perdamaian ini ternyata membawa dampak yang sangat masif, tidak hanya untuk stabilitas keamanan tetapi juga bagi perekonomian dunia. Trump menegaskan bahwa jalur logistik internasional yang sempat tersendat sangat bergantung pada keberhasilan negosiasi ini. Ia mengatakan tanpa kesepakatan tersebut, Selat Hormuz tidak akan kembali dibuka.

Selain masalah jalur maritim vital tersebut, Trump juga menyoroti bagaimana situasi konflik bersenjata ini memengaruhi sentimen pasar keuangan global. Ia juga mengeklaim bahwa pasar akan terus merosot ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan justru menguat seperti saat ini.

Klaim Trump: Kematian Jenderal Soleimani Jadi Kunci Perdamaian

Di hadapan para jurnalis, Trump juga merespons para kritikus yang meragukan proses negosiasi tersebut. Ia menegaskan bahwa jalinan diplomasi ini bukanlah hal instan, melainkan hasil dari rangkaian kebijakan strategis masa lalu, termasuk tindakan militer keras yang pernah ia instruksikan.

"Orang-orang yang sok jagoan tak menyadari bahwa ini bukan kesepakatan yang disusun dalam tiga bulan. Ini membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kalian tahu kenapa? Karena sayalah yang membunuh Jenderal Soleimani," kata Trump.

Sebagai catatan, Qasem Soleimani adalah Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang tewas dalam serangan AS. Menurut Trump, jika Soleimani tidak tewas, kesepakatan damai dengan Iran mungkin tidak akan pernah tercapai.

Melalui kesepakatan ini, Trump juga mengaku ingin menghindari kehancuran total pada tatanan internal Iran. Trump juga mengatakan bahwa tanpa kesepakatan damai, Iran berisiko menghadapi bencana ekonomi dan ia tidak ingin hal itu terjadi.

Jadwal Penandatanganan Resmi MoU Damai di Swiss

Kini, kedua belah pihak tengah bersiap untuk meresmikan dokumen gencatan senjata tersebut secara formal. Pada 14 Juni, Iran dan AS mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman (MoU) perdamaian telah rampung. Dokumen itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kesepakatan awal ini akan menjadi jembatan bagi dialog yang lebih mendalam mengenai pembatasan senjata dan pemulihan hubungan ekonomi kedua negara. MoU itu memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID