fin.co.id - PT Hutama Karya (Persero) terus bergerak cepat untuk memastikan proyek raksasa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) rampung tepat waktu. Langkah taktis pun diambil dengan menggelar serangkaian koordinasi intensif bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Langkah ini difokuskan untuk mengurai benang kusut pengadaan lahan yang selama ini menjadi tantangan utama di lapangan.
Di Banyuasin, jajaran manajemen Hutama Karya yang dipimpin oleh Project Director Ruas Palembang–Betung Seksi 1 dan 2, Fakhrudin Hariyanto, menemui Bupati Banyuasin Askolani pada Rabu (4/6).
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi krusial untuk memetakan hambatan teknis, khususnya pada area-area strategis yang menjadi urat nadi konektivitas warga.
Mengurai Sumatran Chokepoints: Fokus Area Exit Tol Pangkalan Balai dan Betung
Dalam audiensi tersebut, Hutama Karya membeberkan sejumlah titik prioritas pengadaan lahan yang membutuhkan penanganan segera. Dua titik yang menjadi perhatian utama adalah Simpang Sebidang Exit Tol Pangkalan Balai dan Simpang Sebidang Exit Tol Betung. Kedua lokasi ini dinilai sangat vital karena berfungsi sebagai pintu keluar-masuk utama yang langsung terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Merespons hal ini, Bupati Banyuasin Askolani menegaskan komitmen penuhnya untuk mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) ini. Pemerintah Kabupaten Banyuasin berjanji akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar sengketa pembebasan tanah bisa segera diselesaikan tanpa merugikan pihak manapun.
Hingga saat ini, rapor pembangunan di wilayah Banyuasin menunjukkan tren positif namun tetap memerlukan dorongan akhir:
- Ruas Palembang–Betung (69,19 km): Progres konstruksi fisik telah menyentuh 83,00%, sementara pembebasan lahan berada di angka 87,45%.
- Ruas Betung–Tempino–Jambi (170,7 km): Konstruksi fisik mencapai 59,47% dengan pembebasan lahan di level 69,18%.
Tindak Lanjut Instruksi KSP: Musi Banyuasin Siapkan Peninjauan Langsung
Langkah serupa juga berjalan paralel di Kabupaten Musi Banyuasin. Sehari sebelumnya, Selasa (3/6), Hutama Karya menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husein di Rumah Dinas Wakil Bupati. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut konkret dari risalah rapat bersama Kantor Staf Presiden (KSP) demi mempercepat pembebasan lahan Tol Betung–Tempino–Jambi.
Pemkab Muba menunjukkan keseriusannya dengan merencanakan kunjungan langsung ke lapangan (site visit) dalam waktu dekat. Langkah ini diambil agar pemerintah daerah dapat melihat langsung dinamika di area proyek dan merumuskan solusi instan di tempat.
"Pemkab Muba mendukung penuh PSN ini dan siap mencarikan jalan keluar atas kendala tanah di lapangan. Kami akan mengevaluasi progres ini secara rutin," kata Abdur Rohman Husein dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga
Sinergi Kolaboratif Demi Konektivitas Sumatera
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengapresiasi respons cepat dan komitmen tinggi dari kedua pemda di Sumatera Selatan ini. Menurutnya, pendekatan kolaboratif berbasis kemitraan adalah kunci utama dalam menyelesaikan proyek infrastruktur skala besar.
"Kami sangat optimis dengan sinergi yang kuat ini. Begitu masalah lahan selesai secara bertahap, konstruksi fisik bisa langsung tancap gas," ujar Hamdani.