Borong 5 Medali Emas Sekaligus, Mahasiswa ITPLN Taklukkan Olimpiade Sains Nasional 2026

fin.co.id - 16/06/2026, 09:19 WIB

Borong 5 Medali Emas Sekaligus, Mahasiswa ITPLN Taklukkan Olimpiade Sains Nasional 2026

Borong 5 Medali Emas Sekaligus, Mahasiswa ITPLN Taklukkan Olimpiade Sains Nasional 2026.

fin.co.id - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi PLN (ITPLN), Andi Iftitah Baitul Qiswa, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih lima medali emas pada ajang National Science Competition (NSC) 2026. Prestasi tersebut diraih pada kategori Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Kimia, dan Biologi.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pusat Kejuaraan Nasional dan telah terkurasi secara resmi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) itu diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Peserta berasal dari sejumlah kampus besar seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, hingga Universitas Andalas dan lainnya.

Keberhasilan Andi menjadi sorotan karena persaingan dalam kompetisi tersebut berlangsung ketat. Menurutnya, rasio persaingan diperkirakan mencapai sekitar 1 banding 8.

“Tingkat persaingannya sangat tinggi. Setiap peserta dituntut memberikan performa terbaik karena kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia,” ujar Andi saat berbincang, Selasa, 16 Juni 2026.

NSC 2026 dilaksanakan secara daring melalui sistem evaluasi terpadu. Seluruh peserta hanya menghadapi satu babak penentuan dengan total 230 soal yang harus dikerjakan sesuai bidang keilmuan yang dipilih.

Bagi Andi, tantangan terbesar dalam kompetisi bukan hanya tingkat kesulitan soal, tetapi juga pengelolaan waktu selama ujian berlangsung.

“Momen paling menegangkan adalah ketika waktu hitung mundur memasuki menit-menit akhir, sementara masih ada sejumlah soal yang belum selesai. Saat itu, menjaga rasionalitas berpikir menjadi tantangan terbesar,” katanya.

Ia mengaku menerapkan strategi memindai seluruh soal terlebih dahulu, kemudian memprioritaskan soal yang dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat. Sisa waktu dimanfaatkan untuk menyelesaikan soal-soal yang membutuhkan analisis mendalam.

Menurut Andi, bidang Fisika menjadi subjek paling menantang karena memerlukan perpaduan antara intuisi fenomena fisis dan ketelitian kalkulasi matematis tingkat tinggi.

Fondasi Ilmu Sejak Dini Jadi Kunci

Putra dari Andi Kamaluddin itu menilai keberhasilannya bukan hasil persiapan instan, melainkan buah dari proses belajar panjang sejak sekolah dasar.

“Persiapan sesungguhnya dimulai sejak SD. Kunci utamanya adalah penguasaan konsep fundamental secara konsisten dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar menghafal rumus, tetapi berusaha memahami logika di balik setiap konsep ilmu pengetahuan.

“Ketika logika terbentuk, pemecahan masalah dari berbagai bidang bisa dilakukan secara deduktif,” kata Andi.

AdminFIN
AdminFIN
Penulis

Penulis FIN.CO.ID