Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai, Indonesia Berharap Deeskalasi Konflik Segera Terwujud

fin.co.id - 15/06/2026, 21:53 WIB

Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai, Indonesia Berharap Deeskalasi Konflik Segera Terwujud

Indonesia menyambut baik kesepakatan damai AS-Iran di Selat Hormuz dan mendesak deeskalasi konflik segera.

fin.co.id – Kabar gembira mengenai meredanya ketegangan global langsung memicu respons positif dari pemerintah tanah air. Indonesia menyambut baik laporan tercapainya persetujuan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran.

Melalui momentum ini, Indonesia mengharapkan agar deeskalasi konflik di kawasan tersebut dapat segera terwujud seiring kepatuhan kedua belah pihak terhadap komitmen bersama, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) pada Senin, 15 Juni 2026.

Pemerintah memandang resolusi ini sebagai sebuah titik balik yang sangat krusial bagi keamanan internasional. “Hal tersebut merupakan perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, stabilitas di kawasan,” demikian keterangan tertulis resmi dari Kemlu RI melalui media sosial X.

Dalam pernyataan tersebut, Indonesia mengapresiasi tinggi upaya keras dari seluruh pihak beserta para mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif. Peran aktif mereka sukses memfasilitasi dialog intensif dan mendorong penyelesaian perbedaan pendapat secara damai.

Mendesak Komitmen Bersama dan Dialog Konstruktif

Guna memastikan situasi di lapangan benar-benar kondusif, Indonesia mendesak agar semua pihak yang berkonflik secara konstruktif terus melibatkan diri dalam meja dialog. Langkah ini sangat penting untuk menjaga momentum positif menuju de-eskalasi yang menyeluruh.

“Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk terus menahan diri dan mematuhi komitmen yang telah disepakati,” menurut penegasan Kemlu RI dalam pernyataan tersebut.

Pihak Kemlu RI juga menyatakan bahwa Indonesia terus mendorong implementasi segera dari seluruh poin kesepakatan damai antara AS dan Iran tersebut. Tidak hanya itu, Indonesia turut menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung semua upaya yang bertujuan memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, sesuai dengan hukum internasional serta tujuan dan prinsip dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Donald Trump Umumkan Pembukaan Selat Hormuz dan Respons Pihak Iran

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Ahad, secara resmi mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Sebagai langkah nyata dari pakta tersebut, Trump menyatakan bahwa dia mengizinkan kembali dibukanya Selat Hormuz serta mencabut blokade angkatan laut AS yang selama ini melilit kawasan tersebut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump penuh optimisme melalui platform Truth Social miliknya.

Trump juga menambahkan rincian instruksi militernya. "Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," tambahnya.

Senada dengan klaim Washington, pemerintah Iran turut memastikan bahwa kesepakatan damai telah tercapai dengan Amerika Serikat. Otoritas Teheran mengumumkan bahwa penandatanganan berkas kesepakatan tersebut akan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.

"Naskah nota kesepahaman telah difinalkan, dan penandatanganan resmi dokumen tersebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat," jelas Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dalam siaran langsung di televisi nasional Iran.

Sebagai penutup, Gharibabadi memastikan bahwa kesepakatan damai AS-Iran ini mencakup poin yang sangat krusial, yaitu diakhirinya operasi militer di semua front, termasuk wilayah Lebanon, yang mulai berlaku sejak Senin malam.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID