fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa proses menuju berakhirnya konflik dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Ia bahkan menyebut kesepakatan damai antara kedua negara dijadwalkan ditandatangani dalam waktu dekat.
"Kesepakatan tersebut dijadwalkan untuk ditandatangani besok," kata Trump melalui Truth Social, Sabtu 13 Juni 2026.
Trump mengatakan, salah satu dampak langsung dari tercapainya kesepakatan itu adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi perhatian dunia akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Trump menegaskan bahwa Iran tidak lagi berupaya memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
“Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” ujar Trump.
Menurut dia, hubungan Washington dan Teheran saat ini menunjukkan perkembangan yang jauh lebih positif dibandingkan periode pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya.
Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat nantinya “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada saat yang dinilai tepat serta ketika situasi benar-benar telah kondusif.
Dalam pernyataannya, Trump turut menepis kemungkinan adanya aliran dana dari Amerika Serikat kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
“Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump.
Sinyal positif terkait kesepakatan damai itu juga datang dari Pakistan. Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut prosesi penandatanganan dijadwalkan berlangsung pada Minggu 14 Juni 2026.
Baca Juga
“Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X.
Sebelumnya, pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Washington berada pada titik terdekat untuk mencapai nota kesepahaman. Di saat yang sama, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa rancangan akhir kesepakatan damai telah disetujui.
Meski demikian, Iran tetap mempertahankan posisinya terkait pengelolaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi. Araghchi menegaskan bahwa Teheran hanya menerima skema pemrosesan cadangan uranium tersebut di dalam wilayah Iran. *