Sel Janin

fin.co.id - 14/06/2026, 05:26 WIB

Sel Janin

Oleh: Dahlan Iskan

Hari ini dokter ahli saraf kumpul di Surabaya. Salah satu acaranya simposium hubungan stemcell dengan keahlian mereka. Pembicaranya dari Ukraina.

Saya makan malam dengan dua wanita Ukraina itu tadi malam. Yang satu akan bicara soal pengaruh stemcell pada penyakit-penyakit saraf seperti parkinson, alzeimer, autis dan pertumbuhan berpikir anak yang lambat, satunya akan bicara soal latar belakang kemajuan ilmu stemcell di Ukraina.

"Saya lahir dua tahun setelah meledaknya reaktor nuklir Chernobyl," ujar Maryna Kryshtun. Maryna banyak mendalami hubungan bencana Chernobyl dengan kemajuan dunia stemcell di Ukraina. "Bencana Chernobyl membuat begitu banyak orang Ukraina terkena radiasi. Maka ahli-ahli kedokteran di Ukraina melakukan banyak penelitian apa yang bisa menyembuhkan para korban," ujar Maryna.

Maryna sendiri lahir di daerah yang jauh dari Chernobyl. Sekitar 500 km di arah barat. Keluarga mereka selamat antara lain karena arah angin tidak ke barat. Justru Kiev, ibu kota Ukraina yang dekat Chernobyl: hanya 100 km.

Salah satu akibat terkena radiasi nuklir adalah rusaknya sumsum tulang belakang. Padahal di situlah darah diproduksi. Saat itu ilmu Stemcell sudah lahir. Tapi yang tahu masih sangat terbatas. Perintisnya adalah ilmuwan Amerika, E Donnall Thomas yang menemukan ilmu transplantasi sumsum tulang belakang. Berkat penemuannya itu Donnall Thomas mendapat hadiah Nobel tahun 1990.

Dari situlah lahir ilmu stemcell. Ukraina --saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet-- harus memikirkan rehabilitasi korban Chernobyl.

Memang hanya dua orang meninggal langsung akibat Chernobyl, tapi lebih 4.000 orang meninggal pelan-pelan setelahnya. Bahkan ratusan ribu orang yang terganggu kesehatan mereka.

Salah satu dokter yang aktif melakukan riset stemcell untuk korban Chernobyl adalah Prof. Oleksandr (Alexander) Smikhodub/Smikodub. Belakangan ia mendirikan pusat penelitian EmCell. Setelah ia meninggal, seorang putranya meneruskan EmCell. Nama sang anak sama dengan bapaknya: Oleksandr/Alexander Smikodub.

EmCell inilah yang aktif memasarkan stemcell di Indonesia. Biarpun tarifnya 80.000 dolar, sekitar Rp 1,5 miliar, banyak juga orang Indonesia ke sana. Saya kenal beberapa orang dari mereka. Yang akan berangkat bulan depan pun ikut makan tadi malam.

"Selama perang Rusia-Ukraina saya sudah 11 kali ke Kiev," ujar Jimmy Widiarta, perwakilan EmCell di Jakarta. Jimmy selalu mengantar pasien yang ke sana. Rute terdekatnya: Jakarta-Istanbul-Warsawa ibukota Polandia. Dari Warsawa naik kereta api ke Kiev: 10 jam lebih.

Sejak perang Rusia dengan Ukraina memang tidak ada pesawat yang terbang ke Kiev. Rute terdekat lewat Warsawa. Bisa saja lewat Belarus tapi naik keretanya lebih jauh.

"Apakah Kiev aman dalam suasana perang selama ini?"

"Kiev aman," ujar Dr Iryna Matiashchuk, yang pagi ini akan bicara soal stemcell di forum simposium nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSI). Ketua PERDOSI Indonesia, dr Yudha Haryono ahli saraf dari Unair Surabaya.

"Langit Kiev dipayungi sistem keamanan," tambah Maryna. "Militer kami kuat," tambahnya. Kota Kiev memang tidak dipasangai Iron Dome seperti Israel, tapi pengamanan udaranya berlapis-lapis. Mulai dari Patriot, NASAMS, IRIS-T, SAMP/T, radar, dan tangkisan serangan elektronik.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca