fin.co.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melancarkan serangan balasan menyusul operasi militer yang dilakukan Washington terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran.
Menurut laporan kantor berita Iran, Nour News, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Harir yang digunakan militer Amerika Serikat di Irak utara. Selain itu, serangan juga dilaporkan menyasar sebuah situs radar milik AS di Wilayah Kurdistan Irak.
Tidak hanya itu, laporan tersebut menyebut kapal-kapal Amerika Serikat yang berada di Selat Hormuz dan Teluk Persia turut menjadi target serangan Iran.
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu 10 Juni menuding Teheran sengaja mengulur proses perundingan. Dalam pernyataannya, Trump juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat berencana melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran.
Beberapa jam kemudian, media Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di berbagai wilayah, termasuk Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik. Pada saat yang sama, sistem pertahanan udara diaktifkan di Teheran dan sejumlah daerah di selatan Iran.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran juga mengklaim telah mendeteksi pelanggaran wilayah udara di bagian selatan negara itu oleh pesawat tempur F-16 milik Amerika Serikat.
Menyusul perkembangan tersebut, markas militer Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh kapal. Mereka juga memperingatkan akan memberikan respons yang lebih besar jika terjadi serangan lanjutan dari pihak Amerika Serikat.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran berdasarkan instruksi langsung Presiden Donald Trump.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan pada Rabu pukul 17.15 waktu AS timur atau Kamis pukul 04.15 WIB.
"Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi," kata CENTCOM.
Baca Juga
Militer Amerika Serikat menyatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran yang mereka nilai terus berlanjut.
"Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut," lanjut pernyataan tersebut.
Perkembangan terbaru ini menambah panjang daftar konfrontasi antara kedua negara yang dalam beberapa waktu terakhir terus terlibat aksi saling serang dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. *