fin.co.id - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilakukan berdasarkan instruksi langsung Presiden Donald Trump sebagai respons atas apa yang disebut sebagai agresi Iran yang terus berlanjut.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, CENTCOM mengungkapkan bahwa pasukan AS melancarkan serangkaian "serangan membela diri tambahan" pada Rabu pukul 17.15 waktu AS timur atau Kamis pukul 04.15 WIB.
"Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi," kata CENTCOM.
"Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut," lanjut pernyataan tersebut.
Tak lama setelah pengumuman itu, sejumlah laporan dari Iran menyebutkan terjadinya serangan udara dan ledakan di wilayah selatan negara tersebut pada Kamis dini hari.
Televisi nasional Iran melaporkan lima "proyektil musuh" menghantam sebuah lokasi di kawasan Kargan, Kota Minab. Selain itu, ledakan juga terdengar di Bandar Abbas.
Media Iran juga melaporkan aktivitas sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah lain di Provinsi Hormozgan, termasuk Jask, Qeshm, dan Sirik.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth telah memberi sinyal mengenai operasi militer yang akan dilakukan terhadap Iran. Ia menyebut serangan akan difokuskan pada sejumlah fasilitas penting.
"Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya," ucap Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill, Tampa, Florida.
Menurut Hegseth, operasi yang direncanakan tersebut akan menyasar "fasilitas kunci" di Iran dan dijalankan dengan kekuatan penuh.
Baca Juga
Keputusan Presiden Trump untuk meningkatkan operasi militer terhadap Iran diambil setelah sebuah helikopter Apache milik Amerika Serikat ditembak oleh Iran pada awal pekan ini.
Ketegangan di kawasan sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu rangkaian konfrontasi militer, aksi saling serang, serta meningkatnya ketegangan diplomatik di kawasan. *