Trump Kecam Iran: Terlalu Lama Bernegosiasi dan Harus Menanggung Akibatnya!

fin.co.id - 10/06/2026, 19:09 WIB

Trump Kecam Iran: Terlalu Lama Bernegosiasi dan Harus Menanggung Akibatnya!

Trump sebut militer Iran kacau dan terlalu lama bernegosiasi untuk damai dengan AS.

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam kepada Teheran, Rabu, 10 Juni 2026. Trump menilai Iran terlalu lama mengulur waktu dalam negosiasi kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik dengan Washington. Atas sikap tersebut, ia memberikan peringatan keras bahwa negara itu kini harus menanggung konsekuensi besar.

Ketegangan ini kembali mencuat ke permukaan setelah pasukan militer kedua negara terlibat dalam aksi saling serang yang sengit sepanjang malam.

Situasi ini memperpanjang gejolak di kawasan Timur Tengah, setelah sebelumnya Israel dan Iran juga sempat saling meluncurkan serangan militer sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur.

Trump Sebut Kekuatan Militer Iran Sudah Hancur

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Donald Trump secara terbuka meremehkan kekuatan pertahanan Teheran. Ia mengeklaim bahwa armada tempur musuhnya sudah tidak memiliki taji lagi.

“Militer Iran benar-benar kacau. Sebagian besar, seperti Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka, bahkan sudah tidak ada lagi - Mereka telah sepenuhnya dikalahkan. Iran hanya banyak bicara dan tidak bertindak,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Tidak berhenti sampai di situ, Trump juga menegaskan bahwa dominasi Teheran di kawasan Timur Tengah kini sudah berakhir akibat kelalaian mereka dalam mengambil peluang diplomasi.

“Si Pengganggu Timur Tengah telah MATI!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka akan menanggung akibatnya!!!” tambah Trump.

Jet Tempur AS dan Garda Revolusi Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Konfrontasi fisik antara kedua belah pihak pecah setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa mereka langsung mengirim jet tempur untuk menghancurkan sejumlah aset penting Iran.

Pihak Pentagon membidik sistem pertahanan udara serta situs radar pengawasan yang berada di sekitar kawasan strategis Selat Hormuz sebagai bentuk respons langsung.

Di pihak lain, Teheran tidak tinggal diam menerima gempuran tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Rabu pagi bahwa mereka telah meluncurkan operasi balasan yang masif.

Pasukan elit IRGC mengeklaim telah mengerahkan serangan terukur yang menargetkan 21 instalasi militer Amerika Serikat. Serangan balasan tersebut menyasar berbagai pangkalan udara dan pangkalan angkatan laut AS yang tersebar di seluruh wilayah kawasan tersebut.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID