Ragam . 05/06/2026, 08:58 WIB
fin.co.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan ataubiasa disebut artificial intelligence (AI) mendorong industriperbankan memasuki fase transformasi baru. Layanan keuangankini tidak lagi hanya bertumpu pada jaringan fisik, tetapi bergerakmenuju model layanan yang semakin terhubung denganekosistem digital dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Kondisitersebut membuat perbankan perlu terus berevolusi agar tetaprelevan di tengah perubahan perilaku nasabah dan dinamikaindustri yang berkembang cepat.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan hal tersebutdalam sesi “Business Talks” pada ajang Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta (23/5). Hery menyoroti bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah industriperbankan, mulai dari pola interaksi nasabah, model distribusilayanan, hingga kompetisi industri keuangan yang kini semakinberbasis ekosistem digital.
Menurut Hery, perbankan terus berubah dan mengalami evolusi. Ia lantas mengutip penjelasan penulis terkemuka Brett King yang banyak menulis soal perbankan. Pada era bank 1.0, layanan dasarbank adalah transaksi hanya menggunakan cek dan giro. Kemudianera bank 2.0 di mana muncul penggunaan automatic teller machine (ATM) yang dapat melayani nasabah 7x24 jam.
"Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking. Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabangbank misalnya, bagi nasabah korporasi, mereka bisa melakukantransaksi dari kantor dengan internet banking," kata Hery.
"Nah yang keempat ini adalah financial technology, fintech dan juga digitalisasi. Nah digital ini memang sudah mengubah perilakunasabah-nasabah yang ada di Indonesia terutama dan juga yang adadi luar negeri misalnya," lanjutnya. Digitalisasi di sektor perbankan berjalan sangat cepat, momenpandemi Covid-19 beberapa tahun lalu turut mempercepat proses tersebut.
"Itu nasabah kan tidak bisa datang ke cabang. Jadi yang tadinya gaptek (gagap teknologi), tidak bisa menggunakan mobile banking, terpaksa menggunakan mobile banking, karena tidak bisadatang ke ATM, tidak bisa datang ke cabang, tidak bisa transaksi di teller dan seterusnya," ujar Hery.
"Nah apa yang dilakukan bank, menurut Brett King, bank is a technology company with a banking license. Sebenarnya bank itutechnology company," ujar Hery. Jadi artinya, lanjut dia, dengankondisi seperti ini, perbankan tidak akan bisa melawanperkembangan zaman.
"Ini adalah satu keharusan bahwa kita harus mentransformasi diri, mengubah diri. Bukan hanya digitalisasi, bukan hanya otomasi, tetapi juga terkait dengan sekarang ada AI dan Gen AI. Jadi kalauitu tidak diubah, kita tidak lagi mengikuti tren ini, bank itu akanditinggalkan oleh nasabahnya," kata Hery.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id