fin.co.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tanggapan atas pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyinggung mantan Duta Besar Indonesia Dino Patti Djalal terkait kritik terhadap perjalanan luar negeri pemerintahan Presiden Prabowo.
Melalui unggahan di media sosial X, Anies menyoroti rekam jejak panjang Dino di dunia diplomasi. Menurutnya, karier yang dibangun Dino tidak diperoleh secara instan.
"Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat," ujar Anies Baswedan melalui akun X miliknya, dikutip pada 3 Juni 2026.
Anies kemudian menceritakan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di London. Kala itu, ia mendengar tentang seorang diplomat muda Indonesia yang tampil dalam BBC World Debate dan berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta ketika Indonesia sedang menghadapi tekanan di tingkat internasional.
"Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar Namanya Dinoa patti Djlala," tulis Anies Baswedan.
Ia juga mengungkapkan pertemuan pertamanya dengan Dino saat sedang menjalani program PhD di Illinois. Ketika itu, Dino datang ke Chicago untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa dan diaspora Indonesia mengenai situasi pasca-serangan 11 September.
"Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru," ujar Anies.
Anies melanjutkan bahwa pada 2012, saat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles yang mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai negara.
"Saya termasuk yang ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yang ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global," kata Anies.
Menurut Anies, pengalaman dan kapasitas Dino dalam bidang diplomasi tidak perlu diragukan lagi.
Baca Juga
"Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam," pungkas Anies.
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya kunjungan luar negeri Presiden di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.
"Saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan, ya. Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," jelas Teddy dalam pernyataan video lewat unggahan Instagram.
Teddy juga menyebut pemerintah telah melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah anggota rombongan dalam kunjungan luar negeri hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan Dino.
“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujar Teddy.