WO Marwah Tipu Puluhan Calon Pengantin di Jaktim, Kerugian Capai Rp2, 6 Miliar

fin.co.id - 31/05/2026, 08:26 WIB

WO Marwah Tipu Puluhan Calon Pengantin di Jaktim, Kerugian Capai Rp2, 6 Miliar

WO Marwah Tipu Puluhan Calon Pengantin

fin.co.id - Kasus dugaan penipuan yang melibatkan Wedding Organizer (WO) Marwah di Jakarta Timur memasuki babak baru. Polisi telah mengamankan pasangan suami istri berinisial RM dan ER yang merupakan pemilik usaha tersebut setelah puluhan calon pengantin melaporkan kerugian akibat gagal terlaksananya acara pernikahan mereka.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 58 pasangan calon pengantin yang diduga menjadi korban. Dari jumlah tersebut, dua pasangan telah melangsungkan pernikahan, namun tidak mendapatkan fasilitas sesuai dengan yang dijanjikan pihak WO.

"Dari jumlah tersebut, 2 pasangan telah melaksanakan pernikahan namun tidak memperoleh fasilitas sesuai yang dijanjikan, sedangkan 56 pasangan lainnya belum dapat melaksanakan acara pernikahan yang telah direncanakan," kata Alfian dalam unggahan media sosialnya yang dikutip Sabtu 30 Mei 2026.

Polisi memperkirakan total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp2,6 miliar. Nilai tersebut berasal dari laporan sementara yang telah diterima penyidik dan masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan korban lainnya.

"Hingga saat ini, dari 24 korban yang telah terdata, total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp 2.658.885.000. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban lainnya yang masih berlangsung," lanjut Alfian.

Menurutnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan kedua pemilik WO yang diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap para calon pengantin.

"Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan owner Wedding Organizer (WO) Marwah yang diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap para calon pengantin," ujarnya.

Meski pelaku telah diamankan, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap keseluruhan modus yang digunakan dalam menjalankan aksinya. Masyarakat yang merasa menjadi korban juga diminta segera melapor guna membantu proses penyelidikan.

"Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh modus operandi yang digunakan serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Kasus ini mencuat setelah pasangan calon pengantin asal Bekasi, Aldi (32) dan Feny (32), melaporkan WO Marwah ke polisi. Keduanya mengaku mengalami kerugian sebesar Rp85,5 juta setelah mempercayakan persiapan pernikahan mereka kepada perusahaan tersebut.

"Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp 85,5 juta," kata Feny.

Feny menjelaskan bahwa sebelum melunasi pembayaran, ia dan pasangannya sempat mengikuti sejumlah tahapan persiapan yang diselenggarakan WO, mulai dari sesi test food hingga fitting pakaian pengantin. Kondisi tersebut membuat mereka yakin acara pernikahan akan berjalan sesuai rencana.

Namun, tanda-tanda kejanggalan mulai muncul saat technical meeting yang digelar secara daring berlangsung sangat singkat. Kecurigaan semakin kuat ketika pihak gedung Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut pada 13 Mei 2026 atau sekitar 10 hari sebelum acara dan menyampaikan bahwa biaya sewa gedung belum dilunasi oleh pihak WO.

Aldi dan Feny kemudian berupaya menghubungi pihak penyelenggara, namun tidak mendapat respons. Puncaknya, sehari sebelum hari pernikahan, mereka mendatangi kantor WO di kawasan Jakarta Garden City (JGC) dan mendapati lokasi tersebut sudah kosong.

Laporan dari pasangan tersebut kemudian berkembang dan mengungkap adanya puluhan korban lain dengan kasus serupa hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan pemilik WO Marwah. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca