fin.co.id - Presiden RI Prabowo Subianto mendapat sambutan resmi kenegaraan saat tiba di Les Invalides, Paris, Prancis, Kamis pukul 15.30 waktu setempat. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat sebagai bagian dari agenda kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis.
Berdasarkan keterangan yang diterima, Presiden Prabowo hadir mengenakan setelan jas abu-abu lengkap dengan peci hitam. Setibanya di lokasi, ia langsung disambut oleh Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu.
Upacara kehormatan digelar di halaman Les Invalides. Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo memberikan penghormatan kepada bendera Indonesia dan Prancis ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, yang kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise.
Setelah prosesi lagu kebangsaan selesai, Presiden Prabowo memperkenalkan jajaran delegasi Indonesia yang turut mendampingi kunjungan resmi tersebut.
Delegasi Indonesia terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, serta putra Presiden Prabowo, Didit Hediprasetyo.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan inspeksi pasukan kehormatan. Presiden Prabowo menaiki kendaraan komando militer Prancis dan memberikan hormat kepada pasukan yang berjajar rapi di area upacara.
Usai prosesi tersebut, rombongan Presiden RI bergerak menuju Istana Elysee dengan pengawalan khusus yang melibatkan 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris Prancis.
Di Istana Elysee, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama istrinya, Brigitte Macron. Kedua pemimpin negara kemudian menggelar pertemuan bilateral untuk membahas penguatan hubungan kerja sama kedua negara.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis kali ini merupakan tindak lanjut atas undangan Presiden Macron yang sebelumnya sempat tertunda. Undangan tersebut kembali disampaikan Macron saat menerima kunjungan Prabowo di Paris pada bulan lalu.
Dalam pertemuan sebelumnya, Macron mengusulkan agar kunjungan kenegaraan dilaksanakan pada akhir Mei. Agenda tersebut akhirnya terealisasi pekan ini sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. *