Lifestyle . 27/05/2026, 10:26 WIB
fin.co.id - Daging kambing dapat dikonsumsi oleh penderita darah tinggi, tetapi tidak dalam jumlah berlebihan dan tidak dengan cara pengolahan yang tinggi garam atau lemak jenuh.
Keamanannya sangat bergantung pada porsi, bagian daging yang dipilih, serta cara memasaknya.
Daging kambing termasuk daging merah yang mengandung protein, zat besi, dan vitamin B12 yang penting bagi tubuh.
Namun, seperti daging merah lainnya, kandungan lemak jenuhnya bisa menjadi perhatian bagi penderita hipertensi jika dikonsumsi terlalu sering.
Penelitian dalam INTERMAP Study menunjukkan bahwa pola makan tinggi daging merah dapat berhubungan dengan peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang, meskipun efeknya kecil dan sangat dipengaruhi keseluruhan pola makan, bukan satu jenis makanan saja.
Pada penderita darah tinggi, faktor yang lebih berpengaruh dibanding dagingnya adalah natrium (garam).
Banyak hidangan kambing seperti gulai, sate, atau tongseng mengandung kecap, garam, dan bumbu tinggi natrium.
Asupan natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah melalui peningkatan volume cairan dalam pembuluh darah.
Hal ini telah dijelaskan dalam berbagai studi fisiologi hipertensi dan uji klinis diet rendah garam.
Daging kambing memiliki lemak jenuh dalam jumlah sedang tergantung potongan.
Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) yang berkontribusi pada kekakuan pembuluh darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id