China Luncurkan Pesawat Antariksa Shenzhou-23, Bersiap Cetak Rekor Satu Tahun di Orbit!

fin.co.id - 25/05/2026, 12:59 WIB

China Luncurkan Pesawat Antariksa Shenzhou-23, Bersiap Cetak Rekor Satu Tahun di Orbit!

China sukses meluncurkan pesawat antariksa Shenzhou-23.

fin.co.id - Negeri Tirai Bambu kembali menunjukkan taringnya dalam perlombaan teknologi dirgantara global. China sukses meluncurkan pesawat antariksa berawak terbaru mereka, Shenzhou-23, pada Minggu, 24 Mei 2026 malam.

Peluncuran wahana antariksa ini membawa misi ambisius yang berbeda dari biasanya. Jika selama ini para penjelajah antariksa hanya menetap selama enam bulan, kali ini China menargetkan salah satu astronotnya untuk tinggal di luar angkasa selama satu tahun penuh. Langkah berani ini semakin menegaskan berlanjutnya persaingan ketat antara China dan Amerika Serikat di luar atmosfer Bumi.

Roket Long March 2F yang membawa tiga astronot dalam pesawat tersebut lepas landas dengan mulus dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan yang berada di Provinsi Gansu, wilayah China barat laut.

Sejarah Baru: Kehadiran Warga Hong Kong di Luar Angkasa

Misi Shenzhou-23 ini juga menorehkan tinta emas dalam sejarah nasional mereka. Ada beberapa poin penting dan menarik dari profil kru serta misi kali ini:

  • Partisipasi Perdana Warga Hong Kong: Untuk pertama kalinya, seorang warga Hong Kong ikut serta dalam misi antariksa nasional China.
  • Sosok Astronot Wanita Baru: Lai Ka-ying, seorang spesialis muatan dalam misi ini, resmi menjadi perempuan keempat asal China yang berhasil pergi ke luar angkasa.
  • Latar Belakang yang Unik: Menurut informasi resmi dari otoritas Hong Kong, Lai merupakan seorang kepala polisi di kepolisian wilayah semi-otonom tersebut sekaligus seorang ahli forensik komputer yang andal.

Media pemerintah China pada Sabtu, 23 Mei 2026 melaporkan bahwa ketiga kru pesawat akan mengemban tugas berat. Mereka bakal menjalankan lebih dari 100 proyek penelitian ilmiah serta eksperimen aplikasi di berbagai bidang penting, seperti:

  • Ilmu hayati
  • Kedokteran kedirgantaraan
  • Pengembangan teknologi dirgantara baru

Sebagai bagian dari strategi peningkatan kemampuan antariksa China serta komitmen nyata terhadap keberadaan manusia jangka panjang di luar angkasa, salah satu dari tiga anggota kru memiliki tugas khusus.

Astronot terpilih tersebut akan menjalani eksperimen tinggal di orbit selama satu tahun penuh di dalam stasiun luar angkasa Tiangong.

Ini menjadi lompatan besar karena sejak penyelesaian pembangunan stasiun luar angkasa tersebut pada 2022, para kru dalam misi-misi sebelumnya hanya menjalani masa tugas selama enam bulan saja.

Ambisi Rebutan Bulan Antara NASA dan Badan Antariksa China

Peluncuran Shenzhou-23 ini bergulir tepat saat China dan Amerika Serikat sama-sama ngotot menargetkan pendaratan astronot di Bulan dalam beberapa tahun mendatang. Kedua negara adidaya ini saling berpacu dengan waktu untuk mendominasi satelit alami Bumi tersebut:

Pencapaian Amerika Serikat (NASA): Pada April lalu, misi Artemis II milik NASA sudah lebih dulu menandai penerbangan berawak mengelilingi Bulan pertama dalam lebih dari lima dekade. Penerbangan tersebut sukses mengukir sejarah sebagai perjalanan manusia terjauh dari Bumi sepanjang sejarah peradaban. NASA sendiri terus berupaya keras membangun kehadiran manusia secara permanen di dalam dan di sekitar Bulan dalam dekade mendatang.

Target Badan Antariksa Berawak China: Pihak China memasang target tinggi untuk mendaratkan manusia pertama di Bulan pada tahun 2030.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID