Lamine Yamal Dikecam Israel usai Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Pasang Badan Bela si Bocah

fin.co.id - 15/05/2026, 06:55 WIB

Lamine Yamal Dikecam Israel usai Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Pasang Badan Bela si Bocah

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina saat Parade Juara La Liga Bersama FC Barcelona

fin.co.id - Perdana Menteri Pedro Sánchez angkat suara setelah bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, mendapat kritik dari sejumlah pejabat Israel akibat aksinya mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga.

Momen itu terjadi dalam perayaan gelar juara liga yang digelar di Barcelona pada Senin lalu. Yamal terlihat berdiri di atas bus terbuka sambil membawa bendera Palestina di hadapan ribuan pendukung yang memadati jalanan kota.

Pemain berusia 18 tahun tersebut juga mengunggah foto dirinya bersama bendera Palestina ke akun Instagram pribadinya yang memiliki lebih dari 42 juta pengikut. Unggahan itu langsung viral dan meraih jutaan tanda suka dalam waktu singkat.

Aksi Yamal kemudian menuai reaksi keras dari sejumlah pejabat Israel. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengkritik tindakan pemain muda Barcelona itu melalui media sosial.

“Dia mengibarkan bendera entitas yang tidak ada,” kata Ben-Gvir dalam unggahan di Facebook.

Kritik serupa juga datang dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia menilai Yamal telah menyampaikan pesan yang dianggap memicu kebencian terhadap Israel.

Yamal dituding menunjukkan dukungan terhadap Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menanggapi polemik tersebut, PM Spanyol, Sanchez justru memberikan dukungan terbuka kepada Yamal. Melalui akun X miliknya, pemimpin pemerintahan Spanyol itu menilai tindakan sang pemain bukan bentuk kebencian, melainkan ekspresi solidaritas.

“Mereka yang menganggap mengibarkan bendera suatu negara sebagai ‘menghasut kebencian’ telah kehilangan penilaian mereka atau dibutakan oleh kehinaan mereka sendiri. Lamine hanya mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan oleh jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya,” tulis Sanchez.

Pemerintah Spain sendiri selama ini dikenal menjadi salah satu negara Eropa yang cukup vokal mendukung Palestina.

Madrid sebelumnya mendukung upaya gencatan senjata di Gaza, pengakuan negara Palestina, hingga langkah hukum internasional terhadap Israel terkait perang di wilayah tersebut.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga sempat dimintai tanggapan mengenai aksi Yamal. Namun, ia menegaskan keputusan itu merupakan hak pribadi sang pemain.

“Jika dia ingin menunjukkan dukungan untuk Palestina, itu adalah keputusannya. Dia sudah cukup umur. Dia berusia 18 tahun,” ujar Flick.

Kontroversi ini muncul hanya beberapa pekan sebelum dimulainya FIFA World Cup 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Yamal diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting dalam skuad tim nasional Spanyol di turnamen tersebut. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca