Persib Bandung Kena Sanksi Berat dari AFC, Denda Rp3,5 Miliar hingga Larangan Penonton

fin.co.id - 14/05/2026, 06:40 WIB

Persib Bandung Kena Sanksi Berat dari AFC, Denda Rp3,5 Miliar hingga Larangan Penonton

Perib Bandung

fin.co.id -  Klub Liga Indonesia Persib Bandung dijatuhi hukuman oleh Asian Football Confederation atau AFC akibat kerusuhan yang terjadi saat laga leg kedua babak 16 besar ACL 2 melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada pertengahan Februari lalu.

Berdasarkan rilis AFC yang diterbitkan Rabu, Persib menerima dua sanksi utama berupa denda sebesar 200.000 dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar, serta hukuman menggelar dua pertandingan kandang tanpa penonton dalam kompetisi AFC.

"Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk membayar denda total sebesar USD200.000/- yang harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC," tulis AFC.

"Persib Bandung (IDN) diperintahkan untuk memainkan dua (2) pertandingan dengan penutupan stadion penuh. Perintah ini berlaku untuk dua (2) pertandingan kandang Persib Bandung (IDN) berikutnya yang dimainkan di wilayah Indonesia dalam kompetisi klub putra AFC," masih dalam tulisan AFC.

Tak hanya itu, AFC juga menjatuhkan masa percobaan selama dua tahun kepada Persib Bandung. Jika dalam periode tersebut kembali terjadi pelanggaran serupa, klub berpotensi menerima hukuman yang lebih berat.

Dalam keputusan tersebut, AFC menyebut Persib melanggar pasal 64 dan 65 Regulasi Komite Disiplin dan Etik AFC, serta pasal 35 Regulasi Keselamatan dan Keamanan AFC.

Sejumlah pelanggaran terjadi dalam pertandingan tersebut. Oknum suporter Persib diketahui menyalakan suar dan kembang api ketika laga berlangsung. Selain itu, terjadi pula pelemparan benda ke arah lapangan selama pertandingan berlangsung.

Kerusakan fasilitas stadion juga menjadi sorotan AFC, mulai dari kursi stadion hingga papan iklan yang dirusak. Tak hanya itu, suporter juga disebut melakukan tindakan fisik serta melontarkan kata-kata kasar dan penghinaan kepada tim lawan maupun perangkat pertandingan.

AFC turut menilai pihak tuan rumah gagal menjaga area akses penonton tetap aman. Lorong umum, tangga, pintu, gerbang, hingga jalur evakuasi dinilai tidak steril dari hambatan karena dipenuhi penonton selama pertandingan berlangsung. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca