fin.co.id - Kabar duka datang dari keluarga besar Persib Bandung. Ibunda pelatih Persib, Bojan Hodak, yakni Jelica Hodak, meninggal dunia pada Rabu, 13 Mei 2026 di usia 86 tahun. Kepergian sosok yang sangat berarti bagi pelatih asal Kroasia tersebut langsung memunculkan gelombang simpati dari manajemen, pemain, hingga ofisial Maung Bandung.
Di tengah persiapan menghadapi dua laga krusial Super League 2025/2026, suasana haru menyelimuti skuad Persib. Meski sedang berada dalam masa berkabung, Bojan Hodak tetap menunjukkan profesionalismenya dengan terus mendampingi tim.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, memastikan seluruh elemen klub ikut merasakan kehilangan mendalam atas wafatnya Jelica Hodak.
“Seluruh keluarga besar Persib turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda tercinta dari pelatih Bojan Hodak,” ujar Adhitia di Bandung, Kamis.
Ucapan belasungkawa itu bukan sekadar formalitas. Persib juga menegaskan dukungan penuh kepada Bojan Hodak dan keluarga besar yang saat ini sedang menghadapi masa sulit.
Menurut Adhitia, kehilangan seorang ibu menjadi pukulan emosional yang sangat berat. Karena itu, manajemen berharap Bojan dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan untuk melewati masa duka tersebut.
“Dalam momen penuh kehilangan ini, doa dan dukungan kami menyertai Coach Bojan serta keluarga besar agar diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” katanya.
Situasi ini tentu menyita perhatian bobotoh. Pasalnya, Persib sedang memasuki fase penting musim Super League 2025/2026. Tim asal Bandung itu masih harus menjalani dua pertandingan terakhir yang menentukan atmosfer penutup musim.
Persib dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada 17 Mei 2026 sebelum menantang Persijap Jepara pada 23 Mei 2026. Dua pertandingan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung di tengah suasana duka yang dialami sang pelatih.
Namun, Bojan Hodak memilih tetap berada bersama tim. Keputusan itu menunjukkan komitmen besar pelatih asal Kroasia tersebut terhadap Persib Bandung. Di saat banyak orang memilih menepi untuk fokus pada keluarga, Bojan tetap mengawal persiapan skuad Maung Bandung.
Baca Juga
Langkah itu pun memunculkan rasa hormat dari banyak pihak. Tidak sedikit yang menilai Bojan Hodak memperlihatkan dedikasi tinggi kepada klub meski sedang menghadapi kehilangan pribadi yang mendalam.
Adhitia juga menegaskan bahwa kepergian Jelica Hodak menjadi duka besar, bukan hanya bagi keluarga di Kroasia, tetapi juga untuk lingkungan Persib secara keseluruhan.
“Kepergian Jelica Hodak tentunya menjadi duka mendalam bagi Bojan Hodak dan keluarga besarnya di Kroasia,” ujarnya.
Di balik kerasnya persaingan sepak bola profesional, momen ini memperlihatkan sisi emosional yang jarang terlihat. Persib tidak hanya berbicara soal pertandingan, strategi, atau target musim, tetapi juga soal solidaritas dan dukungan kemanusiaan.
Keluarga besar Persib berharap mendiang Jelica Hodak mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, mereka juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan memperoleh kedamaian dan ketabahan.