fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran berada di ambang kegagalan setelah menolak proposal terbaru dari Teheran. Trump menggambarkan kondisi kesepakatan tersebut seperti berada dalam situasi kritis dan hanya bertahan dengan dukungan penuh.
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump mengatakan gencatan senjata itu “sangat lemah” dan berada dalam kondisi “massive life support”. Ia juga menolak proposal balasan dari Iran yang dikirim untuk menghentikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Iran Siap Memberikan Respons jika Ada Serangan Baru
Komentar keras Trump langsung memicu respons dari pejabat Iran. Ketua parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, menegaskan bahwa angkatan bersenjata negaranya siap memberikan balasan jika ada tindakan agresif baru dari Amerika Serikat maupun sekutunya.
Iran sebelumnya mengirim proposal tandingan kepada Washington yang berisi sejumlah tuntutan untuk mengakhiri konflik di kawasan. Proposal itu mencakup penghentian perang di seluruh front, pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, serta jaminan tidak ada lagi serangan terhadap wilayah Iran.
Namun Trump menolak proposal tersebut mentah-mentah. Ia menyebut dokumen itu “tidak dapat diterima” dan menilai Iran belum menunjukkan langkah yang sesuai dengan tuntutan Washington.
Ketegangan Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan Dunia
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, justru menyebut proposal negaranya sebagai tawaran yang “bertanggung jawab” dan “murah hati”. Iran juga menegaskan bahwa proposal 14 poin yang diajukan merupakan jalur paling realistis untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Situasi terbaru ini membuat hubungan AS dan Iran kembali memanas meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku. Ketegangan tersebut ikut memicu kekhawatiran internasional karena berkaitan langsung dengan keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Jika konflik kembali meningkat, dampaknya diperkirakan dapat memengaruhi stabilitas geopolitik kawasan sekaligus harga energi global dalam beberapa waktu ke depan.
Penutup
Pernyataan Donald Trump mengenai kondisi gencatan senjata Iran menunjukkan bahwa hubungan kedua negara masih jauh dari stabil. Penolakan proposal damai dari Teheran dan respons keras dari pejabat Iran membuat situasi Timur Tengah kembali berada dalam tekanan besar.
Baca Juga
Selama belum ada titik temu terkait tuntutan masing-masing pihak, risiko meningkatnya konflik terbuka masih akan terus membayangi kawasan, termasuk jalur vital perdagangan energi dunia seperti Selat Hormuz.
Referensi: