fin.co.id – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa pihak TNI AL kini tengah sibuk menyiapkan pangkalan khusus untuk menyambut kedatangan kapal induk Giuseppe Garibaldi.
Langkah ini menjadi bagian penting dari persiapan infrastruktur sebelum kapal raksasa tersebut resmi memperkuat jajaran armada Indonesia. KSAL Ali menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya menyiapkan lokasi bersandar, tetapi juga sumber daya manusia yang mumpuni.
"Untuk personel sudah disiapkan, sudah disiapkan dan nanti akan segera dikirim ke Italia. Kemudian pangkalan mungkin nanti kita siapkan juga di mungkin di beberapa tempat di Indonesia ini," ujar Laksamana Ali saat sesi jumpa pers di Dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Menanti Koordinasi Kementerian Pertahanan
Meskipun persiapan terus berjalan, TNI AL masih menunggu instruksi dan koordinasi lebih lanjut dari Kementerian Pertahanan. Sebagai pihak yang berkomunikasi langsung dengan galangan kapal kenamaan Italia, Fincantieri, Kemenhan memegang kendali penuh atas proses pembelian alutsista strategis ini.
Hingga saat ini, lokasi spesifik pangkalan baru tersebut masih menjadi rahasia. KSAL belum merinci titik koordinat atau sejauh mana progres pembangunan fisiknya. Namun, harapan besar tersemat agar kapal induk pertama milik Indonesia ini sudah bisa bersandar di tanah air sebelum perayaan HUT TNI pada Oktober 2026 mendatang.
Spesifikasi Gahar Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ini memiliki "ikatan saudara" dengan dua kapal perang baru milik TNI AL, yaitu KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, karena berasal dari produsen yang sama, Fincantieri.
Berikut adalah beberapa kecanggihan yang dibawa oleh kapal induk Giuseppe Garibaldi:
- Dimensi Raksasa: Memiliki panjang mencapai 180,2 meter.
- Kecepatan Tinggi: Mesin penggerak supernya mampu memacu kapal hingga kecepatan 30 knot atau setara 56 kilometer per jam.
- Persenjataan Lengkap: Kapal ini membawa peluncur Oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo 324 mm, hingga Otomat Mk 2 SSM.
- Sistem Proteksi: Lengkap dengan berbagai radar jamming untuk menangkal gangguan lawan.
Pemerintah fokus memastikan operasional kapal pengangkut pesawat tempur ini berjalan maksimal. Kehadirannya tentu akan meningkatkan daya getar (deterrent effect) pertahanan Indonesia di mata dunia, sekaligus memperkuat kedaulatan di wilayah perairan nasional.