fin.co.id - Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulogebang, Jakarta Timur, menuai perhatian serius dari DPR RI. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, menilai pengawasan di lapangan masih lemah dan meminta evaluasi terhadap petugas Badan Gizi Nasional (BGN) yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Irma menegaskan BGN tidak boleh hanya menerima laporan tanpa melakukan pengecekan menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan di SPPG.
"BGN seharusnya check and recheck, jangan percaya begitu saja. Makanya saya minta 3 SDM dari BGN yang ada di SPPG harus dievaluasi. SPPG akan profesional jika 3 pekerja BGN yang ada di SPPG berfungsi sesuai tanggungjawab!" tegas Irma saat dihubungi, Minggu 10 Mei 2026.
Ia juga mempertanyakan pengawasan ahli gizi yang seharusnya ada di setiap SPPG. Menurutnya, perlu ada penelusuran lebih jauh terkait menu pangsit tahu yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa mengalami gejala keracunan.
"Kan ada ahli gizi? Pangsitnya bikin sendiri atau beli? Harus ada investigasi ini," ucap dia.
Politikus NasDem itu menilai kualitas pelayanan SPPG di sejumlah daerah sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan setelah adanya tindakan tegas berupa penghentian operasional sementara terhadap pihak yang melanggar standar.
Karena itu, ia meminta langkah serupa juga diterapkan di Jakarta Timur.
"Sebetulnya di daerah-daerah justru sudah mulai membaik, seiring dilakukannya suspend pada SPPG yang nakal juga yang tidak sesuai standard. Yang di Jaktim harus suspend!" tegas dia lagi.
Selain menyoroti pengawasan internal BGN, Irma turut mengungkit pentingnya kerja sama dengan BPOM terkait keamanan pangan. Ia juga menyinggung dugaan praktik jual-beli sertifikat laik higienis tanpa pemeriksaan langsung di lapangan.
"Di awal saya sudah bicara ke BGN, kerja sama dengan BPOM sangat penting terkait dengan pangan aman. Infonya sudah MoU tapi ternyata sampai saat ini masih belum terealisasi juga. Demikian pula dengan sertifikasi laik higienis yanng ternyata betul dugaan saya, tidak dilakukan cek ke lokasi tetapi hanya jualan sertifikat doang," tuturnya.
Baca Juga
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan setelah menyantap menu MBG di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Dugaan sementara mengarah pada menu pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa asam.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan pihaknya bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang.
"Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang. Bentuk pembinaan dan pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanannya dan penerbitan SLHS," kata Ani. *