Ragam . 08/05/2026, 11:51 WIB

Bentuk Tim Khusus, ITPLN Percepat Peningkatan Karir Dosen

Penulis : Wanda Afifah
Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Wakil Rektor I Bidang Akademik Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, ST., M.Sc., menegaskan komitmen kampus transisi energi dalam mengawal percepatan karir para dosen melalui sosialisasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Prof. Susy menekankan bahwa ITPLN menaruh perhatian besar terhadap pengembangan profesi tenaga pengajar, mulai dari pendampingan administratif hingga pelatihan karier akademik.

“Karier Bapak Ibu sebagai dosen itu kita kawal, kita bantu, kita dukung. ITPLN sangat sayang kepada dosennya. Kita punya tim khusus yang memang mendedikasikan diri untuk membantu percepatan karier dosen,” ujar Prof. Susy di ITPLN, Jum'at, 8 Mei 2026.

Ia mengaku pernah mengalami stagnasi pengembangan karier yang cukup lama karena minim pendampingan. Selama lebih dari dua puluh tahun berkareir sebagai dosen, dirinya mengaku tidak mengalami perkembangan signifikan hingga akhirnya mulai serius mengurus jenjang guru besar.

“Saya selama 25 tahun tidak bergerak hanya bergerak sampai Lektor Kepala. Tidak ada yang mengingatkan atau mendorong. Justru ketika ada yang bilang ‘ayo cepat’, itu bentuk perhatian,” katanya.

Menurutnya, perubahan regulasi dari pemerintah saat ini membuat sistem kenaikan jabatan akademik dosen menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2026 disebut menjadi pedoman baru dalam peningkatan profesi dan karier dosen di Indonesia.

Prof. Susy menjelaskan, tuntutan dunia pendidikan tinggi kini berkembang jauh dibanding masa lalu. Jika sebelumnya profesor belum dituntut publikasi internasional, kini dosen harus memenuhi berbagai indikator seperti publikasi Scopus, hibah penelitian, hingga keterlibatan dalam jurnal internasional.

“Sekarang zamannya berbeda. Ada Scopus, hibah, penelitian internasional. Tapi pemerintah juga menyiapkan wadahnya, termasuk bantuan hibah internasional. ITPLN juga menyediakan insentif dan dukungan penuh,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengurus jabatan guru besar. Meski tidak memiliki hibah penelitian, ia tetap mampu memenuhi syarat melalui aktivitas sebagai reviewer di empat jurnal internasional bereputasi Scopus.

“Semua bukti kerja harus disimpan. Email, surat reviewer, bukti submit jurnal, semuanya penting untuk penilaian kinerja dosen,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Susy juga memaparkan strategi pengembangan dosen yang kini dijalankan ITPLN melalui penguatan struktur organisasi akademik. Salah satunya melalui Bagian Pengembangan Akademik untuk mendukung peningkatan kompetensi pedagogi dosen.

Selain itu, ITPLN juga menyiapkan program berkelanjutan mulai dari sosialisasi pada kuartal pertama, pelatihan sertifikasi dosen pada kuartal kedua, hingga evaluasi dan peningkatan mutu pada kuartal berikutnya.

“Kita ingin semua lengkap disiapkan untuk dosen, baik dari sisi pedagogi maupun karier akademik. Yang paling penting adalah determinasi untuk maju dan punya tujuan dalam perjalanan profesi kita,” tutur dia.

Prof. Susy menambahkan, capaian akademik dosen bukan hanya membanggakan institusi, tetapi juga keluarga.

“Sedikitnya membanggakan keluarga ketika kita berada pada posisi tertentu. Kalau itu bisa sekaligus membanggakan institusi, tentu lebih baik,” imbuhnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id