Viral di Australia, Pajak Bir Ternyata Lampaui Pendapatan Gas Alam

fin.co.id - 07/05/2026, 09:21 WIB

Viral di Australia, Pajak Bir Ternyata Lampaui Pendapatan Gas Alam

Minuman Keras, Image: Voodoovood / Pixabay

fin.co.id - Australia tengah diramaikan perdebatan besar soal industri energi setelah muncul fakta bahwa pemasukan negara dari pajak bir ternyata lebih besar dibanding pajak ekspor gas alam lepas pantai.

Fakta itu pertama kali mencuat dalam sidang senat Australia dan langsung viral di media sosial. Potongan video perdebatan tersebut ditonton jutaan kali setelah Senator independen David Pocock mempertanyakan kebijakan pajak energi di negaranya.

“Bagaimana kita bisa hidup di negara yang menjadi salah satu eksportir gas terbesar di dunia, tetapi mendapatkan pajak lebih banyak dari bir?” kata Pocock dalam sidang tersebut.

Pernyataan itu memicu kemarahan publik dan membuka kembali perdebatan lama tentang siapa sebenarnya yang paling menikmati keuntungan dari kekayaan sumber daya alam Australia.

Pajak Bir Disebut Lebih Besar dari Pajak Gas

Data pemerintah Australia menunjukkan pajak bir diperkirakan menghasilkan sekitar A$2,7 miliar pada tahun fiskal 2025-2026. Di sisi lain, pemasukan dari pajak ekspor gas lepas pantai hanya diperkirakan sekitar A$1,5 miliar.

Perbandingan tersebut mengejutkan banyak warga Australia karena negara itu dikenal sebagai salah satu eksportir gas alam cair terbesar di dunia.

Perdebatan semakin panas karena Australia saat ini juga sedang menghadapi kenaikan biaya hidup dan harga energi domestik yang tinggi. Banyak masyarakat mulai mempertanyakan mengapa negara kaya sumber daya justru dianggap tidak memperoleh keuntungan maksimal dari sektor energinya sendiri.

Sistem Pajak Industri Gas Jadi Sorotan

Perhatian publik kemudian tertuju pada sistem Petroleum Resource Rent Tax atau PRRT, yaitu pajak yang dikenakan pada perusahaan minyak dan gas lepas pantai.

Sejumlah ekonom menilai aturan tersebut terlalu menguntungkan perusahaan energi karena mereka dapat mengurangi berbagai biaya investasi dan pengembangan proyek dari kewajiban pajak.

Profesor hukum sumber daya alam Samantha Hepburn dari Deakin University mengatakan industri gas memiliki keuntungan besar karena tingginya biaya awal proyek dapat terus diklaim sebagai pengurang pajak dalam jangka panjang.

Akibatnya, meskipun nilai ekspor gas mencapai puluhan miliar dolar, pemasukan pajak untuk negara tetap relatif kecil.

Salah satu contoh yang banyak dibahas adalah proyek gas Gorgon milik Shell . Perusahaan tersebut dilaporkan membayar sekitar A$109 juta pajak PRRT dari pendapatan proyek sekitar A$2,5 miliar.

Muncul Dorongan Pajak Ekspor Gas 25 Persen

Di tengah polemik tersebut, muncul dorongan agar pemerintah Australia mengenakan pajak ekspor gas sebesar 25 persen.

Lembaga kebijakan publik Australia Institute memperkirakan kebijakan itu dapat menghasilkan tambahan pemasukan hingga A$17 miliar per tahun.

Usulan tersebut mendapat dukungan luas dari publik. Banyak warga menilai tambahan pendapatan negara bisa digunakan untuk pendidikan, layanan kesehatan, hingga membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup.

Perdebatan ini juga membuat banyak pihak membandingkan Australia dengan Norway yang berhasil membangun dana kekayaan negara bernilai triliunan dolar dari sektor minyak dan gas.

Pemerintah Australia Belum Ingin Mengubah Kebijakan

Meski tekanan publik meningkat, pemerintah Australia belum menunjukkan tanda akan mengubah kebijakan pajak secara besar-besaran.

Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan sektor gas tetap penting bagi investasi dan keamanan energi nasional.

Menurut Albanese, pemerintah juga tidak ingin mengganggu kontrak ekspor gas yang sudah berjalan, terutama di tengah kondisi energi global yang masih tidak stabil akibat konflik geopolitik.

Namun sejumlah pengamat menilai perdebatan ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Isu pajak gas diperkirakan akan terus menjadi topik politik besar di Australia, terutama ketika masyarakat semakin mempertanyakan manfaat nyata dari kekayaan sumber daya alam negara mereka.

Penutup

Viralnya perdebatan soal pajak bir dan gas alam menunjukkan meningkatnya perhatian publik Australia terhadap transparansi industri energi. Banyak warga mulai mempertanyakan apakah keuntungan besar dari ekspor gas benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, isu pembagian keuntungan sumber daya alam diperkirakan akan terus menjadi perdebatan penting dalam politik Australia ke depan.

Referensi:

  • BBC News — Gas tax: How beer fuelled a debate on Australia's energy giants

  • Australia Institute — Research on Australian gas export taxation

  • The Guardian — Australia gas tax and energy policy coverage

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID