IRAN Road To World Cup 2026: Tuan Rumah Kami FIFA, Bukan Trump atau Amerika

fin.co.id - 07/05/2026, 13:47 WIB

IRAN Road To World Cup 2026: Tuan Rumah Kami FIFA, Bukan Trump atau Amerika

IRAN Road To World Cup 2026: Tuan Rumah Kami FIFA, Bukan Trump atau Amerika

Fin.co.id - Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) memastikan tetap akan tampil di Piala Dunia 2026. Mereka mendesak FIFA memberikan jaminan keamanan penuh bagi tim nasional, ofisial, dan para pendukung Iran selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Permintaan itu muncul setelah memanasnya hubungan diplomatik yang menyeret dunia sepak bola internasional.

Iran merasa diperlakukan tidak adil usai delegasi mereka mengalami penolakan masuk ke Kanada menjelang Kongres FIFA beberapa waktu lalu.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menegaskan negaranya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang saat Piala Dunia 2026 digelar.

“Kami meminta jaminan bahwa delegasi dan simbol negara kami dihormati selama turnamen berlangsung,” ujar Mehdi Taj.

Delegasi Iran Ditolak Masuk Kanada, FIFA Kena Tekanan

Ketegangan bermula ketika sejumlah pejabat FFIRI, termasuk Mehdi Taj, dilaporkan sempat tertahan dan tidak diizinkan melanjutkan perjalanan ke Kanada untuk menghadiri agenda resmi FIFA.

Padahal, seluruh rombongan disebut telah memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah. Otoritas perbatasan Kanada kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dugaan keterkaitan beberapa individu dengan IRGC atau Korps Garda Revolusi Iran.

IRGC sendiri masuk dalam daftar organisasi terlarang di Kanada sehingga membuat pemeriksaan terhadap delegasi Iran menjadi lebih sensitif secara politik.

Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari pihak Iran. FIFA melalui Sekretaris Jenderal Mattias Grafstrom dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada FFIRI atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Iran Minta FIFA Bertindak Tegas

Iran berharap FIFA mengambil langkah nyata agar seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara tanpa dipengaruhi konflik geopolitik antarnegara.

Menurut Mehdi Taj, FIFA harus memastikan bahwa negara tuan rumah tidak membawa persoalan politik ke dalam kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“Kami lolos ke Piala Dunia melalui jalur resmi. Tuan rumah kami adalah FIFA, bukan pemerintah negara tertentu,” tegas Taj.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa Iran ingin fokus pada aspek olahraga tanpa tekanan diplomatik maupun diskriminasi terhadap institusi negara.

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

FIN Biro Jawa Timur