fin.co.id -
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut Timnas Indonesia mengalami ketidakadilan dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ia secara blak-blakan menilai keputusan AFC terkait tuan rumah dan jadwal pertandingan merugikan skuad Garuda.
Indonesia sendiri menjadi salah satu dari enam tim yang berhasil menembus fase tersebut. Namun, langkah mereka harus terhenti setelah finis di posisi juru kunci Grup B, usai menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1).
Dalam wawancara di kanal YouTube The Howie Games, Arnold mengungkapkan bahwa format play-off yang dijalani Indonesia jauh dari kata adil. Ia menyoroti perubahan keputusan AFC terkait penunjukan tuan rumah.
Awalnya, pertandingan disebut akan digelar di tempat netral. Namun dalam pelaksanaannya, dua tim dengan peringkat tertinggi justru ditunjuk menjadi tuan rumah, yang pada akhirnya menguntungkan pihak tertentu.
“Sejujurnya, saya merasa kasihan pada Indonesia. Apa yang mereka alami di play-off itu benar-benar tidak adil,” ujar Arnold.
Ia menambahkan, secara peringkat FIFA saat itu, Irak dan Qatar seharusnya memiliki peluang lebih besar menjadi tuan rumah. Namun kenyataannya, Arab Saudi justru mendapatkan keuntungan tersebut.
Tak hanya soal lokasi pertandingan, Arnold juga menyoroti jadwal yang dinilai tidak menguntungkan Indonesia. Skuad Garuda disebut harus menjalani laga dengan waktu persiapan yang sangat minim.
Beberapa pemain bahkan baru tiba sehari sebelum pertandingan melawan Arab Saudi, dan langsung harus bermain keesokan harinya. Situasi ini jelas menjadi tantangan berat bagi tim asuhan Indonesia.
Sebaliknya, Arab Saudi disebut memiliki waktu istirahat jauh lebih panjang sebelum menghadapi Irak, yang dinilai menciptakan ketimpangan dalam kompetisi.
Di sisi lain, Irak berhasil melanjutkan langkahnya hingga putaran kelima dan akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Mereka sukses mengalahkan Uni Emirat Arab sebelum menundukkan Bolivia di babak play-off antarkonfederasi.
Kesuksesan ini sekaligus menutup perjalanan panjang Irak di babak kualifikasi yang penuh tantangan.
Pernyataan Arnold ini menjadi sorotan publik dan memicu kembali diskusi soal transparansi serta keadilan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola di Asia. Banyak pihak menilai bahwa keputusan-keputusan teknis seperti penunjukan tuan rumah dan penjadwalan harus dilakukan secara adil dan konsisten.
Meski demikian, perjuangan Timnas Indonesia tetap mendapat apresiasi. Keberhasilan menembus putaran keempat menjadi bukti perkembangan sepak bola nasional, meski harus terhenti di tengah kontroversi.
Ke depan, evaluasi menyeluruh dari AFC diharapkan dapat memastikan kompetisi yang lebih fair dan profesional bagi semua peserta. (*)
Jadwal Padat Jadi Beban Berat
Baca Juga
Perjalanan Irak Hingga Lolos ke Piala Dunia
Sorotan untuk AFC