fin.co.id - Safrie Ramadhan, yang dikenal sebagai kekasih Julia Prastini atau Jule, akhirnya buka suara. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah unggahannya yang menjadikan anak-anak Na Daehoon sebagai bahan lelucon bernuansa seksual dan menuai kecaman luas.
Kasus ini bermula dari sebuah konten yang diunggah Safrie di media sosial. Alih-alih menghibur, konten tersebut justru dianggap tidak pantas karena melibatkan anak-anak dalam konteks yang sensitif. Reaksi publik pun langsung meledak.
Bukan hanya warganet yang geram, Na Daehoon juga menunjukkan respons keras terhadap unggahan tersebut. Situasi dengan cepat berkembang menjadi polemik yang ramai diperbincangkan.
Di tengah tekanan publik yang terus meningkat, Safrie akhirnya mengambil langkah untuk mengklarifikasi sekaligus meminta maaf.
Dalam pernyataannya, Safrie tidak mencoba berkelit. Ia secara langsung mengakui kesalahan yang telah diperbuat. Ia menegaskan bahwa tindakannya tidak bisa dibenarkan.
“Halo semuanya, saya Safrie Ramadan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang saya perbuat belakangan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Safrie juga mengakui bahwa insiden ini mencerminkan ketidakdewasaan dirinya dalam menggunakan media sosial. Ia menyadari bahwa sebagai pengguna platform digital, ia seharusnya lebih bijak dalam membuat dan membagikan konten.
“Saya mengakui apa yang saya perbuat tidak dapat dibenarkan dan saya mengaku bahwa saya belum dewasa dalam bersosial media,” lanjutnya.
Tak hanya kepada publik, Safrie juga secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada Na Daehoon dan keluarganya. Ia menyadari bahwa unggahannya telah menyinggung pihak yang seharusnya tidak dilibatkan.
“Saya juga meminta maaf kepada saudara Na Daehoon dan keluarga atas apa yang sudah saya posting di sosial media,” kata Safrie.
Baca Juga
Ia kembali menegaskan bahwa kejadian ini murni karena ketidakdewasaan dirinya. Dengan nada penuh penyesalan, ia berharap pintu maaf tetap terbuka.
“Memang pure ketidakdewasaan saya dan saya pun mengharapkan agar saudara Na Daehoon dan keluarga membukakan pintu maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Safrie berkomitmen untuk berubah. Ia berjanji akan belajar dari kesalahan ini dan berusaha menjadi lebih dewasa dalam bermedia sosial.
“Dan saya pun berusaha terus agar lebih dewasa dalam bersosial media dan saya berjanji bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali,” tutupnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Safrie menyadari dampak besar dari sebuah konten di era digital. Sekali unggah, konsekuensinya bisa meluas dan sulit dikendalikan.