Fin.co.id - Teka-teki mengenai siapa yang akan menakhodai Real Madrid pada musim panas 2026 akhirnya terjawab secara mengejutkan.
Jose Mourinho, pelatih legendaris yang kini menukangi Benfica, secara resmi membantah kabar yang menyebut dirinya akan kembali ke Santiago Bernabeu untuk menggantikan posisi Alvaro Arbeloa yang tengah digoyang isu pemecatan.
Meski Real Madrid sedang dalam kondisi krisis setelah tertinggal 11 poin dari Barcelona hingga pekan ke-33 La Liga, Mourinho menegaskan bahwa hingga detik ini tidak ada komunikasi resmi dengan manajemen Los Blancos.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut memilih setia pada kontraknya di Portugal ketimbang menyelamatkan raksasa Spanyol yang sedang sekarat.
"Saya bisa menjamin tidak ada seorang pun dari Real Madrid yang berbicara dengan saya. Saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi bersama Benfica, dan hanya itu fokus saya saat ini," tegas Mourinho sebagaimana dikutip dari laporan terbaru per Mei 2026.
Penyebab utama munculnya nama Mourinho adalah performa buruk Real Madrid di bawah asuhan Alvaro Arbeloa.
Musim 2025/2026 dipastikan menjadi periode kelam bagi publik Madridista. Selain hampir pasti kehilangan gelar liga dari tangan rival abadi, Barcelona, El Real juga telah tersingkir secara menyakitkan dari ajang Liga Champions.
Status "Tanpa Gelar" selama dua musim berturut-turut membuat tekanan kepada Presiden Florentino Perez mencapai titik didih.
Nama Mourinho mencuat karena Perez diketahui masih menjadi pengagum rahasia sang pelatih yang pernah mempersembahkan trofi La Liga dengan rekor 100 poin tersebut.
Namun, ambisi Perez tampaknya terbentur oleh komitmen baja The Special One di tanah kelahirannya.
Baca Juga
Mimpi Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Penolakan Mourinho terhadap Madrid bukan tanpa alasan kuat. Saat ini, ia sedang berada di ambang sejarah besar bersama Benfica.
Mourinho berambisi membawa klub asal Lisbon tersebut mengakhiri musim domestik dengan status unbeaten (tidak terkalahkan) sekaligus mengamankan tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Selain target klub, Mourinho juga mulai melirik kursi pelatih Tim Nasional Portugal.
Dengan gelaran Piala Dunia 2026 yang sudah di depan mata, memimpin negaranya di turnamen paling bergengsi sejagat tersebut dianggap sebagai tantangan yang lebih menarik ketimbang kembali ke pelukan mantan klub yang penuh dengan drama internal.
Kepulangan Mourinho ke Madrid sejatinya memang diprediksi akan berjalan rumit. Meskipun ia dicintai oleh Perez, sejarah perpisahannya pada 2013 meninggalkan luka di sebagian elemen klub.