fin.co.id - Keputusan KNVB terkait status pemain keturunan Indonesia, Dean James, terus menuai polemik. Klub NAC Breda menolak mentah-mentah putusan federasi dan membawa kasus ini ke jalur hukum, memicu potensi kekacauan besar di kompetisi Eredivisie musim 2025/2026.
Awalnya, NAC Breda menuding Dean James sebagai pemain ilegal saat menghadapi Go Ahead Eagles. Tuduhan ini muncul karena Dean disebut belum memiliki izin kerja yang sah setelah resmi menjadi warga negara Indonesia pada Maret 2025.
Namun, KNVB memutuskan untuk tidak mengulang pertandingan yang berakhir dengan kekalahan telak NAC Breda 0-6.
Tak terima dengan keputusan tersebut, NAC Breda langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan Utrecht melalui jalur kortgeding atau pengadilan kilat. Langkah ini diambil karena musim kompetisi hampir berakhir, sehingga keputusan cepat sangat dibutuhkan.
Menurut laporan ESPN, kedua pihak telah menyampaikan argumen masing-masing di pengadilan. Hasil putusan dijadwalkan akan diumumkan pada Senin (4/5/2026), dan berpotensi menjadi titik krusial bagi nasib kompetisi Liga Belanda musim ini.
Pihak KNVB memperingatkan adanya dua ancaman besar jika gugatan NAC Breda dikabulkan. Pertama, setidaknya 11 pemain dari berbagai negara seperti Indonesia, Suriname, dan Cape Verde bisa terancam status kelayakannya karena masalah izin kerja. Kedua, dampaknya bisa jauh lebih luas, yakni pengulangan hingga 133 pertandingan Eredivisie.
Perwakilan dewan kompetisi KNVB, Marianne van Leeuwen, menyebut situasi ini bisa menjadi bencana bagi sepak bola Belanda. “Jika NAC menang, klub lain bisa ikut mengajukan gugatan serupa. Kompetisi bahkan bisa tidak selesai,” ujarnya.
Ancaman ini semakin serius mengingat jadwal kompetisi yang hampir rampung dan padatnya kalender sepak bola global menjelang ajang besar seperti Piala Dunia FIFA 2026.
Jika benar ratusan laga harus diulang, maka Eredivisie musim ini berpotensi menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa.
Baca Juga
Kasus Dean James kini menjadi sorotan internasional dan diberitakan oleh berbagai media besar dunia. Publik pun menanti keputusan akhir dari Pengadilan Utrecht yang akan menentukan apakah Liga Belanda tetap berjalan normal atau justru terjerumus dalam kekacauan besar. (*)