fin.co.id - Como akan menjamu Napoli dalam pertandingan Serie A yang akan berlangsung di Stadion Sinigaglia, pada Sabtu, 2 Mei 2026, pukul 23.00 WIB.
Stadion Sinigaglia akan menjadi saksi sejarah bagi Napoli. Kekalahan melawan Como tidak hanya sekadar kehilangan poin, tetapi secara resmi akan mengakhiri masa jabatan mereka sebagai pemegang gelar juara Serie A.
Tertinggal sepuluh poin dari Inter Milan dengan hanya empat pertandingan tersisa, Napoli tampaknya sudah mulai berdamai dengan kenyataan bahwa trofi scudetto akan segera berpindah tangan.
Di sisi lain, tuan rumah Como sedang bersemangat tinggi. Mereka berada di tengah persaingan sengit untuk memperebutkan posisi empat besar demi satu tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Kebangkitan Napoli dan Ambisi Liga Champions
Setelah catatan tak terkalahkan mereka di Stadion Maradona dipatahkan oleh Lazio, Napoli memberikan respons yang luar biasa pada akhir April lalu.
Kemenangan telak 4-0 atas Cremonese, yang diawali oleh gol apik Scott McTominay, membawa tim berjuluk I Azzurri ini unggul dua poin dari AC Milan di posisi ketiga.
Kini, fokus utama Antonio Conte bukan lagi mempertahankan gelar, melainkan memastikan tiket Liga Champions segera dalam genggaman.
Namun, tantangan besar menanti di Sinigaglia. Musim ini, rekor tandang Napoli adalah yang terburuk sejak 2014, dengan total sembilan kekalahan di semua kompetisi.
Hal ini menuntut kewaspadaan tinggi, terutama mengingat Napoli sempat kesulitan dan hanya bermain imbang tanpa gol saat menjamu Como November lalu.
Tembok Kokoh dan Kecerdikan Cesc Fabregas
Como bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Di bawah asuhan Cesc Fabregas, yang merupakan mantan anak asuh Conte di Chelsea, klub asal Lombardy ini tampil luar biasa sepanjang tahun 2026.
Baca Juga
Hanya Inter dan Napoli yang mampu mengumpulkan poin lebih banyak dari mereka sejak pergantian tahun.
Bahkan, Como tercatat sebagai tim dengan jumlah catatan bersih dari kebobolan (clean sheet) terbanyak di lima liga top Eropa musim ini.
Meski sempat mengalami penurunan performa setelah kalah dari Inter dan Sassuolo, kemenangan krusial atas Genoa membuktikan bahwa mentalitas mereka tetap terjaga.