Fin.co.id – Bintang Timnas Indonesia, Pratama Arhan, kembali mengukir prestasi gemilang. Tapi kali ini bukan di lapangan hijau. Pemain yang dikenal dengan spesialisasi lemparan ke dalam ini resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).
Namun, yang menghebohkan adalah ijazah milik Arhan yang menjadi dokumen akademik pertama di Indonesia yang diterbitkan berbasis teknologi blockchain.
Langkah revolusioner ini menjadikan Pratama Arhan sebagai pionir transformasi digital di dunia pendidikan tinggi tanah air.
Dengan statusnya sebagai pemain profesional yang berkarier di mancanegara, ijazah blockchain ini memberikan solusi permanen terhadap masalah birokrasi, keamanan, dan validasi dokumen secara global.
Berbeda dengan ijazah konvensional atau sekadar dokumen digital PDF, ijazah blockchain yang diterima Arhan memiliki sistem enkripsi yang terdesentralisasi.
Teknologi ini menjamin data kelulusan Arhan tersimpan secara permanen dalam jaringan yang tidak dapat dimanipulasi atau diubah oleh pihak mana pun. Termasuk pihak kampus sekalipun setelah data tersebut diunggah.
Update data terbaru menunjukkan penggunaan blockchain pada dokumen akademik kini mulai diadopsi secara massal oleh universitas top dunia di Amerika Serikat dan Eropa.
Udinus Semarang, melalui kelulusan Arhan, resmi memposisikan diri sebagai institusi yang sejajar secara teknologi dalam upaya pemberantasan praktik ijazah palsu yang marak terjadi.
Validasi Real-Time bagi Klub Internasional
Keuntungan praktis bagi Arhan sangat nyata. Sebagai atlet yang sering berurusan dengan kontrak profesional di luar negeri, verifikasi latar belakang pendidikan kini menjadi sangat mudah.
Klub-klub bola internasional cukup melakukan pemindaian kode atau verifikasi digital tanpa perlu melalui proses legalisir yang melelahkan di kementerian terkait.
Baca Juga
"Kami memberikan ijazah berbasis blockchain ini kepada Pratama Arhan sebagai bentuk dukungan terhadap karier internasionalnya. Dokumen ini aman, akuntabel, dan diakui secara global. Arhan bukan hanya pahlawan di lapangan, tapi kini menjadi duta transformasi digital pendidikan Indonesia,’ jelas pihak Rektorat Udinus.
Keberhasilan Arhan menyelesaikan studi S-1 Manajemen di tengah jadwal padat bersama Timnas Indonesia dan klubnya di luar negeri patut diacungi jempol.
Ia membuktikan kesibukan sebagai atlet profesional bukan penghalang untuk meraih prestasi akademis. Gelar S.M. yang diraihnya menjadi bekal kuat bagi masa depan pasca-pensiun dari dunia sepak bola.
Teknologi blockchain ini diharapkan segera menjadi standar baru di seluruh Universitas di Indonesia.