Pemberdayaan Disabilitas: SMF dan KTI Foundation Latih 40 Perempuan Karawang Membatik

fin.co.id - 29/04/2026, 23:38 WIB

Pemberdayaan Disabilitas: SMF dan KTI Foundation Latih 40 Perempuan Karawang Membatik

SMF dan KTI Foundation latih 40 perempuan disabilitas Karawang membatik. Dorong kemandirian ekonomi dan ruang setara di momen Hari Kartini.

fin.co.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menggandeng Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation untuk menggelar pelatihan membatik bagi 40 perempuan penyandang disabilitas di Kabupaten Karawang. Inisiatif ini hadir sebagai kado spesial dalam memperingati Hari Kartini sekaligus mendorong kemandirian ekonomi inklusif di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 27–28 April 2026, menyasar peserta dengan beragam latar belakang. Mulai dari penyandang tunarungu, tunawicara, tunadaksa, hingga cerebral palsy, semuanya berkumpul untuk mengasah kreativitas di atas kain putih.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial. SMF ingin memastikan setiap individu memiliki ruang yang setara untuk bertumbuh.

“Bagi SMF, kegiatan ini tidak hanya tentang pelatihan keterampilan, tetapi juga tentang membuka jalan agar setiap individu, termasuk perempuan penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi secara produktif,” ujar Bonai dalam keterangan resminya.

Memberikan 'Pancing' untuk Kemandirian Jangka Panjang

Senada dengan Bonai, Founder KTI Foundation, Inaraya, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan ini fokus pada pembekalan kemampuan teknis yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya memberikan keahlian nyata daripada sekadar bantuan tunai.

KTI Foundation sendiri memang memiliki rekam jejak dalam mencetak tenaga kerja mandiri melalui berbagai bidang seperti kriya, menjahit, kuliner, hingga kopi. Banyak alumni binaan mereka kini sudah produktif dan mampu menafkahi diri sendiri.

“Harapannya, teman-teman disabilitas tidak hanya mendapatkan bantuan sesaat, tetapi memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kami ingin memberikan ‘pancing’, bukan sekadar ‘ikan’, agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” tutur Inaraya.

Dukungan Berkelanjutan Bagi Kelompok Inklusif

Pelatihan membatik di Karawang ini bukan sekadar seremoni. KTI Foundation merancang program ini agar peserta memiliki portofolio yang dapat dipasarkan. Dengan dukungan yang tepat dari BUMN seperti SMF, potensi penyandang disabilitas diharapkan dapat bertransformasi menjadi sumber penghidupan yang stabil.

Pihak SMF meyakini bahwa potensi yang tumbuh dari pelatihan ini akan memberikan kontribusi positif bagi produktivitas masyarakat secara luas. Upaya pemberdayaan perempuan disabilitas ini menjadi langkah strategis untuk menghapus sekat keterbatasan dalam dunia kerja dan wirausaha. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi