Last Minute! Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp190 Juta, Perang Tiket Bikin Fans Mengeluh!

fin.co.id - 29/04/2026, 09:50 WIB

Last Minute! Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp190 Juta, Perang Tiket Bikin Fans Mengeluh!

fin.co.id - Gelaran Piala Dunia 2026 semakin dekat, namun euforia justru diiringi keluhan para penggemar sepak bola. Dalam fase penjualan tiket “last minute” yang resmi dibuka FIFA pada 22 April 2026, terjadi “perang tiket” sengit akibat sistem pembelian yang menggunakan metode first come, first served (FCFS).

Turnamen yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memang menjadi magnet besar.

Namun, akses untuk menyaksikan langsung pertandingan justru terasa makin sulit. Ribuan calon pembeli harus rela mengantre panjang secara virtual, bahkan hingga ratusan ribu posisi, demi mendapatkan tiket yang tersedia secara terbatas dan fluktuatif.

Pada fase ini, tiket yang dilepas berasal dari sisa alokasi sponsor atau pengembalian federasi nasional. Hal ini membuat ketersediaan tiket muncul secara mendadak di sistem resmi FIFA. Para calon pembeli pun diimbau untuk tidak me-refresh halaman saat antre karena berisiko kehilangan posisi.

Meski perburuan tiket berlangsung panas, sorotan utama justru tertuju pada harga tiket, khususnya partai final.

Harga tiket final dilaporkan melonjak drastis hingga hampir 11 ribu dolar AS atau sekitar Rp190 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya sekitar sepersepuluhnya untuk kategori reguler.

Padahal, saat penjualan awal pada Desember 2025, tiket dibanderol mulai dari 140 dolar AS hingga 8.680 dolar AS untuk final, atau sekitar Rp2,4 juta hingga Rp149 juta.

Lonjakan harga ini dipicu oleh sistem pasar bebas yang diterapkan FIFA, di mana pemilik tiket diperbolehkan menjual kembali tiket mereka dengan harga tinggi melalui marketplace resmi.

FIFA sendiri mengambil keuntungan dari sistem ini dengan potongan sekitar 15 persen dari penjual dan 15 persen dari pembeli dalam transaksi sekunder. Dengan demikian, total komisi yang diperoleh mencapai 30 persen dari setiap transaksi tiket resale.

Fenomena kenaikan harga ini dinilai sebagai strategi komersial di kawasan Amerika Utara untuk memaksimalkan pendapatan. Namun di sisi lain, banyak penggemar, terutama dari kalangan menengah ke bawah, merasa harga tersebut tidak masuk akal dan sulit dijangkau.

Sebagai perbandingan, tiket fase grup masih relatif lebih terjangkau, yakni berkisar antara 60 hingga 620 dolar AS atau sekitar Rp1 juta hingga Rp10,5 juta. Meski begitu, tekanan permintaan yang tinggi membuat semua kategori tiket tetap menjadi incaran dan cepat habis.

Dengan kondisi ini, para penggemar diimbau untuk hanya membeli tiket melalui situs resmi FIFA guna menghindari penipuan, serta memanfaatkan fitur resale dan exchange yang disediakan secara aman. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID