Kejar Akreditasi Unggul, ITPLN Pastikan Lulusan Anti Nganggur

fin.co.id - 29/04/2026, 11:42 WIB

Kejar Akreditasi Unggul, ITPLN Pastikan Lulusan Anti Nganggur

ITPLN bidik akreditasi unggul dan fokus pada transisi energi. Siapkan lulusan siap kerja di tengah tantangan global dan tingginya angka pengangguran sarjana.

fin.co.id - Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., MT., IPU., ASEAN Eng., menegaskan komitmen kampusnya untuk menjadi perguruan tinggi dengan akreditasi unggul di bidang transisi energi. Hal ini ia ungkapkan saat membuka kegiatan bimbingan teknis akreditasi perguruan tinggi bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.

Menurutnya, akreditasi perguruan tinggi menjadi salah satu tolok ukur mutu institusi. Ia menyebut, status akreditasi tidak bisa dihindari karena menjadi bagian dari standar kualitas perguruan tinggi, terlebih ITPLN membawa nama besar .

“PLN menargetkan menjadi perusahaan kelas dunia, maka kampus di bawahnya juga harus menjadi rujukan, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Asia bahkan global,” ujar Iwa di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan serius di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Dia mengungkapkan, sekitar 1,9 juta lulusan perguruan tinggi dihasilkan setiap tahun, namun ratusan ribu di antaranya belum terserap dunia kerja.

“Ada sekitar 250 ribu lulusan yang terdidik tapi tidak terserap. Ini tidak boleh terus terjadi,” tegasnya.

Karena itu, ITPLN memilih fokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor energi, khususnya transisi energi, sebagai jawaban atas kebutuhan masa depan.

“Kami tidak ingin hanya meluluskan mahasiswa, tapi memastikan lulusan siap menghadapi tantangan global, khususnya di bidang energi,” tambahnya.

Diakuinya, ITPLN tengah berada pada fase krusial untuk memperkuat posisi sebagai kampus berbasis energi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“ITPLN tidak ingin menjadi perguruan tinggi yang biasa-biasa saja. Kita harus fokus menjadi kampus transisi energi, khususnya dalam menjawab tantangan transisi energi ke depan,” kata Iwa.

Ia menjelaskan, perubahan global menuju energi berkelanjutan menuntut kompetensi baru yang tidak bisa dijawab dengan sistem pendidikan konvensional. Menurutnya, perkembangan seperti digitalisasi, otomatisasi, dan robotisasi menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi oleh perguruan tinggi.

“Kalau kita menyelenggarakan pendidikan secara biasa, kita akan tertinggal, terutama di bidang transisi energi,” tegasnya.

Iwa juga menegaskan bahwa momentum bimbingan teknis akreditasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong ITPLN mencapai target sebagai perguruan tinggi unggul.

“Mutu bukan sekadar slogan, tapi harus menjadi DNA ITPLN,” ucapnya.

Ia berharap kolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah III dapat menjadi peta jalan dalam meningkatkan kualitas institusi, termasuk dalam penyusunan instrumen akreditasi yang sesuai dengan standar terkini. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

Tren Mutu ITPLN Membaik

AdminFIN
AdminFIN
Penulis

Penulis FIN.CO.ID