Jangan Abaikan Minyak Rem Motor, Penggantian Rutin Penting Demi Keselamatan Berkendara

fin.co.id - 28/04/2026, 11:47 WIB

Jangan Abaikan Minyak Rem Motor, Penggantian Rutin Penting Demi Keselamatan Berkendara

fin.co.id - Sistem pengereman pada sepeda motor memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Namun, banyak pengendara lebih fokus pada kampas atau cakram rem tanpa memperhatikan kondisi minyak rem. Padahal, komponen ini menjadi bagian vital yang mendukung kinerja pengereman tetap optimal.

Minyak rem bekerja sebagai penghantar tekanan dari tuas atau pedal menuju sistem pengereman di roda. Saat rem digunakan, cairan ini membantu menyalurkan tekanan agar piston bergerak dan kampas dapat mencengkeram cakram dengan baik. Jika kualitas minyak rem menurun, respons pengereman pun dapat ikut terganggu.

Pemakaian dalam jangka panjang membuat kualitas minyak rem berkurang. Cairan ini memiliki sifat menyerap uap air dari udara, sehingga lama-kelamaan kandungan air meningkat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa pengereman dan membuat sistem rem tidak bekerja seefektif biasanya.

Akibatnya, kemampuan minyak rem dalam menghantarkan tekanan jadi berkurang. Pengereman pun bisa terasa kurang pakem, lebih lambat, atau tidak se-responsif biasanya. Dalam kondisi tertentu, hal ini bahkan membuat rem terasa seperti ‘kosong’.

Selain itu, campuran air di dalam minyak rem juga dapat memicu karat pada komponen sistem pengereman. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada menurunnya performa rem secara keseluruhan dan berisiko mengganggu keselamatan saat berkendara.

“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram,” ungkap Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.

Untuk itu, pengendara perlu mengenali tanda-tanda minyak rem yang sudah harus diganti, antara lain:

1. Warna Gelap

Dari yang awalnya bening kekuningan, minyak rem bisa berubah jadi lebih gelap. Ini biasanya karena sudah tercampur kotoran atau menyerap air. Jika dibiarkan, kualitasnya menurun dan tidak lagi bekerja dengan baik.

2. Tarikan Rem Lebih Dalam

Rem terasa lebih dalam saat ditekan atau ditarik, dan tidak se-responsif biasanya. Pengendara perlu usaha lebih untuk menghentikan motor. Kondisi ini sering disebut “rem ngempos” dan jadi tanda performa minyak rem sudah menurun.

3. Performa Pengereman Menurun

Rem terasa kurang pakem atau butuh jarak lebih panjang untuk berhenti. Responsnya juga bisa terasa tidak konsisten, terutama saat kondisi darurat. Jika dibiarkan, risiko rem tidak bekerja maksimal bisa meningkat.

Meski tanda-tanda tersebut dapat dikenali, penggantian minyak rem sebaiknya tidak menunggu hingga gejala muncul. Secara umum, penggantian dianjurkan setiap 24 bulan (2 tahun) atau 24.000 km, mana yang lebih dulu tercapai. Langkah ini penting sebagai bagian dari perawatan untuk menjaga sistem pengereman tetap optimal.

“Kami menyarankan konsumen untuk melakukan penggantian minyak rem di bengkel resmi AHASS. Selain menggunakan produk yang sesuai standar, proses pengerjaan dilakukan oleh teknisi terlatih dengan prosedur yang tepat, sehingga keamanan dan performa kendaraan tetap terjaga,” tambah Wahyu.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca