fin.co.id - Harapan besar sempat muncul dari Jorge Martin di Sprint MotoGP Jerez 2026. Start yang agresif dan kepercayaan diri tinggi membuatnya terlihat siap menjadi penantang serius di barisan depan. Namun, semuanya berubah hanya dalam hitungan lap.
Start Kuat yang Menjanjikan
Martin langsung tampil meyakinkan sejak awal lomba. Ia mampu menembus posisi kompetitif dan menunjukkan ritme yang solid, bahkan merasa punya kecepatan untuk bertarung memperebutkan kemenangan. Dalam kondisi lintasan yang belum sepenuhnya stabil, performanya terlihat menjanjikan.
Masalah Sudah Terasa Sejak Awal
Sayangnya, masalah sudah mulai terasa bahkan sebelum balapan benar-benar berjalan. Sejak warm-up lap, Martin mengaku merasakan sesuatu yang tidak beres pada bagian depan motornya. Ia sempat mengira hal tersebut masih bisa dikendalikan sepanjang balapan.
Namun, kenyataan berkata lain.
Rem Bermasalah di Momen Krusial
Memasuki tikungan pertama di lap kedua, masalah tersebut berubah menjadi krusial. Sistem pengereman tidak bekerja dengan semestinya, membuat Martin kehilangan kontrol saat deselerasi. Ia terpaksa melebar dan kehilangan momentum, yang pada akhirnya memaksanya mengakhiri balapan lebih cepat dari yang diharapkan.
“Saya merasa sangat cepat dan nyaman. Tapi ini balapan, hal seperti ini bisa terjadi,” ungkap Martin, mencerminkan kekecewaan yang tetap dibungkus dengan sikap realistis.
Peluang Menang yang Sirna
Ia juga menegaskan bahwa peluang untuk menang sebenarnya ada. Dengan peningkatan performa, terutama pada penggunaan ban belakang soft, Martin merasa telah menemukan ritme yang sebelumnya menjadi kelemahannya.
Namun di Jerez, potensi saja tidak cukup.
Balapan yang kemudian dimenangkan oleh Marc Marquez itu memang berlangsung penuh drama, dengan perubahan kondisi cuaca yang membuat situasi semakin tidak terduga. Di tengah kekacauan tersebut, Martin justru harus menepi sebelum sempat menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Baca Juga
Fokus Bangkit di Balapan Utama
Meski gagal di Sprint, Martin tetap melihat sisi positif. Ia merasa dalam kondisi terbaik dan yakin masih bisa tampil kompetitif di balapan utama, meskipun harus старт dari posisi ke-10.
“Ini balapan panjang, masih ada waktu,” katanya optimistis.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa di MotoGP, bukan hanya kecepatan yang menentukan hasil akhir. Faktor teknis sekecil apa pun bisa mengubah segalanya dalam sekejap—dan kali ini, Jorge Martin harus menerima kenyataan pahit tersebut di Jerez.
Referensi:
Crash.net – Jorge Martin had “potential to win” Jerez MotoGP Sprint before brake issue (2026)