fin.co.id - Balapan Sprint MotoGP di Jerez menghadirkan drama yang tak terduga. Hujan yang turun di tengah lomba mengubah jalannya balapan secara drastis, termasuk bagi Francesco Bagnaia yang akhirnya finis di posisi kedua. Meski meraih hasil podium, pembalap Ducati itu justru menyoroti satu hal penting: performa motornya belum benar-benar memuaskan.
Bagnaia bahkan secara terbuka mengakui bahwa ada masalah mendasar yang masih membayangi Ducati, terutama terkait kestabilan dan cengkeraman ban belakang.
Hasil Bagus, Performa Belum Maksimal
Finish sebagai runner-up seharusnya menjadi hasil yang patut disyukuri, apalagi setelah Bagnaia sempat tercecer jauh di posisi belakang pada awal balapan. Namun, ia menilai hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan performa sesungguhnya di lintasan.
“Saya senang dengan hasilnya, tapi tidak dengan performanya. Saat balapan, saya memahami sesuatu yang bisa membantu,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa podium yang diraih lebih banyak dipengaruhi oleh situasi balapan, terutama perubahan kondisi cuaca, bukan karena performa motor yang benar-benar kompetitif sejak awal.
Masalah Utama Ada di Grip Belakang
Salah satu keluhan terbesar Bagnaia adalah hilangnya grip pada ban belakang, baik saat lintasan kering maupun basah. Masalah ini membuatnya kesulitan menjaga kecepatan, terutama ketika harus menyalip pembalap lain.
Di fase awal balapan, ia bahkan terjebak di belakang rombongan tanpa mampu menunjukkan pace yang cukup untuk naik posisi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena grip belakang merupakan faktor krusial dalam menjaga akselerasi dan stabilitas motor MotoGP, terutama di sirkuit teknis seperti Jerez.
Modifikasi Motor Belum Teruji Maksimal
Masalah lain datang dari perubahan atau modifikasi pada motor Ducati yang belum sempat diuji secara optimal. Bagnaia sebelumnya mengalami crash saat sesi latihan, sehingga kehilangan kesempatan penting untuk memahami karakter motor barunya.
Baca Juga
“Motor berubah cukup banyak, jadi kami butuh langkah besar dalam setup,” jelasnya.
Perubahan ini sebenarnya diyakini bisa memberikan keuntungan, namun tanpa data dan pengujian yang cukup, justru menjadi tantangan tersendiri saat balapan.