fin.co.id - Film biopik Michael Jackson berjudul "Michael" langsung mencuri perhatian sejak hari pertama penayangannya. Dalam laporan terbaru dari Deadline, film ini diproyeksikan meraih pendapatan pembuka hingga sekitar 95 juta dolar AS atau setara hampir Rp1,52 triliun hanya dalam tiga hari.
Angka tersebut bukan sekadar besar, tetapi juga menempatkan film ini sebagai salah satu pembuka terkuat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya untuk genre biopik musik.
Antusiasme Penonton Meledak Sejak Awal
Sejak sesi preview, film ini sudah menunjukkan tanda-tanda kesuksesan. Pendapatan awal mencapai sekitar 12,6 juta dolar AS atau lebih dari Rp200 miliar. Momentum ini terus berlanjut hingga hari pertama, yang diperkirakan menghasilkan antara 35 hingga 40 juta dolar AS.
Sumber internal bahkan menggambarkan suasana bioskop yang tidak biasa. “Ada sesuatu yang spesial terjadi, orang-orang sampai menari di dalam teater,” ungkap salah satu sumber yang dikutip Deadline.
Fenomena ini menunjukkan bahwa film tersebut tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan secara emosional oleh penonton.
Kekuatan Nama Michael Jackson Masih Tak Tertandingi
Nama Michael Jackson kembali membuktikan daya tariknya yang luar biasa. Lebih dari sekadar musisi, ia adalah ikon budaya global yang melintasi generasi.
Film ini juga mendapat dorongan besar dari antusiasme di media sosial. Dengan ratusan juta pengikut yang terlibat dalam percakapan daring, gaung film ini terasa sangat luas bahkan sebelum resmi tayang penuh.
Tak hanya itu, pemilihan Jaafar Jackson sebagai pemeran utama juga menjadi sorotan. Banyak penonton memuji kemiripan fisik, gerakan, hingga cara berbicara yang dinilai sangat mendekati sosok asli.
Pecahkan Rekor Biopik Musik
Jika proyeksi ini terealisasi, maka “Michael” akan melampaui rekor film-film biopik musik sebelumnya seperti Bohemian Rhapsody dan Straight Outta Compton.
Baca Juga
Bahkan, pencapaian ini juga berpotensi mengungguli beberapa film besar dari studio yang sama, termasuk John Wick: Chapter 4, yang sebelumnya menjadi andalan di box office.
Hal ini menegaskan bahwa genre biopik musik masih memiliki daya tarik besar jika dikemas dengan pendekatan yang emosional dan autentik.