fin.co.id - Di tengah ketidakpastian kontrak dan rumor panas di paddock MotoGP, Fabio Di Giannantonio memilih satu hal yang pasti: tampil cepat dan memburu kemenangan di setiap balapan. Bagi pembalap asal Italia itu, lintasan adalah tempat terbaik untuk menjawab semua spekulasi.
Situasi ini muncul seiring kontraknya yang akan habis di akhir musim. Tim VR46 Racing Team dikabarkan telah menentukan satu nama untuk musim depan, yaitu Fermin Aldeguer, sehingga hanya menyisakan satu kursi yang masih diperebutkan. Namun bagi Di Giannantonio, hal tersebut bukan alasan untuk kehilangan fokus.
Fokus Penuh di Trek, Bukan di Meja Negosiasi
Dalam pernyataannya, Di Giannantonio menegaskan bahwa ia menyerahkan seluruh urusan kontrak kepada manajernya. Ia ingin memastikan bahwa pikirannya tidak terbagi antara performa dan negosiasi.
“Ada banyak spekulasi, tapi ini juga situasi yang positif. Di usia 27 tahun, mengetahui ada ketertarikan dari tim lain itu penting,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya bersyukur dengan posisi saat ini, tetapi tetap ingin menjaga konsentrasi penuh pada musim yang sedang berjalan.
“Saya tidak ingin terdistraksi. Saya punya manajer yang mengurus semua negosiasi. Saya hanya fokus untuk tampil cepat dan mencoba memenangkan setiap balapan.”
Pernyataan ini menunjukkan mentalitas kuat seorang pembalap yang memahami bahwa performa adalah mata uang utama di MotoGP. Bukan sekadar kata-kata, tetapi hasil di lintasan yang akan menentukan masa depannya.
Cedera Tak Menghentikan Ambisi
Di balik performa impresifnya, Di Giannantonio ternyata tidak sepenuhnya dalam kondisi fisik terbaik. Ia mengaku mengalami masalah pada punggung setelah beberapa insiden di balapan sebelumnya, termasuk di Brasil dan Amerika.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada retakan kecil, tapi tidak perlu dikhawatirkan. Ini lebih karena akumulasi rasa sakit,” jelasnya.
Baca Juga
Selama jeda balapan, ia fokus pada pemulihan fisik dan juga mengambil waktu untuk menenangkan pikiran. Meski masih merasakan ketidaknyamanan di beberapa posisi, ia memastikan kondisinya cukup baik untuk kembali bersaing.
“Saat ini masih ada sedikit rasa tidak nyaman, tapi itu bisa dikendalikan dan tidak akan membatasi saya akhir pekan ini.”
Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan seorang pembalap tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga dalam proses pemulihan dan menjaga kondisi tubuh tetap optimal.