fin.co.id - Kalian pasti kaget mendengar ini! Di tengah ekonomi global yang masih jungkir balik, KAI Logistik justru memamerkan performa yang luar biasa. Perusahaan ini berhasil mengangkut barang sebanyak 3,6 juta ton di Triwulan I 2026. Angka ini jelas menunjukkan betapa vitalnya peran mereka dalam menjaga roda distribusi logistik di seluruh penjuru negeri.
Fakta mengejutkan ini membuktikan satu hal: logistik berbasis kereta api masih kokoh berdiri. Mereka mampu menjaga rantai pasok tetap berjalan lancar, bahkan ketika ekonomi dunia sedang oleng dan banyak hari libur nasional yang memengaruhi operasional.
Yuskal Setiawan, Direktur Utama KAI Logistik, membeberkan rahasia di balik kesuksesan ini. Ternyata, ada beberapa lini bisnis utama yang menjadi penyumbang terbesar. "Angkutan batu bara menjadi kontributor terbesar kami," ungkapnya.
Volume angkutan batu bara saja mencapai 2 juta ton. Itu angka yang fantastis, bukan? Belum lagi sektor energi, yang juga tak kalah penting. Melalui layanan pra dan purna BBM/BBK, mereka berhasil menyumbang sekitar 769 ribu ton.
Tak ketinggalan, angkutan peti kemas juga mencatat volume yang mengesankan, yaitu 663 ribu ton. Ada juga angkutan semen dan limbah B3 yang berkontribusi 74 ribu ton, serta layanan ritel yang mencapai 18.671 ton. Keren banget, kan?
Lonjakan Peti Kemas: Sinyal Positif KAI Logistik
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lonjakan signifikan pada layanan angkutan peti kemas. Di Triwulan I 2026, volume angkutan ini melonjak 24 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini melesat dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton!
Pertumbuhan gemilang ini bukan terjadi begitu saja. KAI Logistik telah menjalankan strategi inovasi dan peningkatan layanan yang jitu. Tujuannya jelas, yaitu memperkuat keandalan distribusi barang ke berbagai wilayah di Indonesia.
Performa impresif KAI Logistik ini sejalan dengan proyeksi dari Bank Indonesia. Bank sentral kita memprediksi sektor transportasi dan pergudangan akan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Angkanya diprediksi mencapai 10,8% hingga 11,6% secara tahunan (year on year).
Angka pertumbuhan ini bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Ini menegaskan kembali betapa krusialnya sektor logistik dalam mendukung konektivitas dan kelancaran distribusi barang di negara kita.
Dukungan Industri Manufaktur dan Ekspansi Ritel
Pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri manufaktur dengan target yang ambisius. KAI Logistik melihat peluang ini dan memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi para pelaku industri.
Baca Juga
Saat ini, sekitar 11% pelanggan KAI Logistik berasal dari sektor manufaktur. Untuk menjawab kebutuhan yang terus meningkat, perusahaan sedang mempersiapkan penambahan kapasitas angkutan peti kemas berbasis kereta api. Ini langkah cerdas untuk mendukung pertumbuhan industri.
Tak hanya sektor industri, layanan ritel melalui KALOG Express juga menunjukkan tren pertumbuhan yang membanggakan. Volume pengiriman naik sebesar 27 persen. Angka ini melesat dari 14.649 ton menjadi 18.671 ton.
Momentum positif ini akan dimanfaatkan KAI Logistik secara maksimal. Mereka berencana memperluas jaringan layanan ritel dengan menambah sekitar 70 titik layanan baru sepanjang tahun 2026. Ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pengiriman.