Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Kedua Gagal

fin.co.id - 21/04/2026, 05:50 WIB

Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Kedua Gagal

Donald Trump

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait negosiasi yang tengah berlangsung. Ia menyebut Washington tidak akan ragu melanjutkan serangan jika tidak ada kesepakatan sebelum batas waktu gencatan senjata sementara berakhir pekan depan.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat malam saat berbicara kepada media di atas Air Force One. Dalam wawancara dengan jaringan NewsNation, ia menegaskan bahwa opsi militer masih terbuka jika pembicaraan menemui jalan buntu.

“Jika tidak ada kesepakatan sebelum Rabu, kita harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ujar Trump kepada wartawan. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa kesepakatan dapat tercapai untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Delegasi AS sedang menuju Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua negosiasi dengan Iran - setelah putaran pertama perundingan pada 11-12 April lalu gagal menghasilkan kesepakatan.

Selain itu, Trump juga memastikan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz tetap diberlakukan. Blokade tersebut mulai diterapkan pada Senin setelah Iran mengumumkan tarif baru bagi kapal pengangkut minyak yang melintasi jalur strategis tersebut.

Di tengah ketegangan, Pakistan mengambil peran sebagai mediator dalam perundingan antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, menyatakan optimismenya terhadap peluang tercapainya kesepakatan.

“Kami hampir mencapai kesepakatan, tetapi karena tenggat waktu, delegasi harus kembali pada tanggal 11, jadi kami berharap dan masih bekerja di belakang layar agar kami dapat menjembatani kesenjangan beberapa hal yang masih tertunda, dan salah satu masalahnya adalah Lebanon,” kata Dar. “Lebanon, kami memiliki kabar baik bahwa ada gencatan senjata.”

Gencatan senjata sementara juga terjadi antara Israel dan Lebanon pada awal pekan ini. Kesepakatan tersebut tercapai di bawah tekanan Iran, di tengah konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran.

Pasca kesepakatan itu, Iran sempat memberi sinyal bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya. Namun, kebijakan “manajemen ketat” kembali diterapkan setelah Trump menegaskan blokade tetap berjalan.

Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance bersama sejumlah diplomat Amerika telah melakukan perjalanan ke Pakistan untuk memulai pembicaraan langsung dengan pejabat Iran. Upaya mediasi dipimpin oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Namun, setelah pembicaraan panjang, Vance menyatakan bahwa belum ada kesepakatan yang berhasil dicapai.

“Saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi, kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan,” ujarnya.

Meski demikian, adanya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel memunculkan harapan baru bahwa kesepakatan antara AS dan Iran bisa segera tercapai. Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari itu kini berada di titik krusial.

Trump bahkan memuji peran Pakistan dalam proses mediasi dan membuka kemungkinan untuk berkunjung ke Islamabad jika kesepakatan berhasil diteken.

“Pakistan sangat hebat. Mereka sangat baik,” kata Trump. “Jika kesepakatan ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi.”

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca