fin.co.id - Hanya terpaut satu poin dalam ketatnya klasemen Premier League, Chelsea yang sedang terpuruk akan menyambangi markas Brighton dan Hove Albion di Stadion Falmer, Rabu, 22 April 2026, pukul 02.00 WIB.
Laga ini menjadi krusial bagi kedua tim dalam upaya mereka mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Asa The Blues untuk menembus Liga Champions kian menipis menyusul kekalahan tipis 0-1 dari Manchester United akhir pekan lalu.
Di sisi lain, tim berjuluk The Seagulls justru sedang terbang tinggi setelah berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 lewat aksi kebangkitan yang heroik saat bertamu ke markas Tottenham Hotspur.
Reuni Pahit Liam Rosenior
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, akan kembali ke tempat di mana ia mengakhiri karier bermainnya pada 2018.
Namun, kepulangannya kali ini dibayangi awan mendung. Pelatih berusia 41 tahun tersebut berada dalam tekanan besar; hasil buruk di pesisir selatan pekan ini bisa mengakhiri ambisinya membawa Chelsea bersaing di level tertinggi Eropa.
Efek positif kedatangan manajer baru tampaknya telah habis. Chelsea kini memegang rekor memilukan sebagai satu-satunya tim yang menelan kekalahan dalam empat pertandingan beruntun di liga.
Kekalahan terakhir dari Wolverhampton lewat gol Matheus Cunha semakin mempertegas krisis kepercayaan diri di kubu London Biru.
Tumpulnya Lini Serang London Biru
Masalah utama Chelsea terletak pada penyelesaian akhir. Meskipun Manchester United tampil dengan lini belakang yang pincang tanpa Harry Maguire dan Lisandro Martinez, Chelsea tetap gagal mencetak gol.
Tercatat, mereka menelan lima kekalahan dari enam laga terakhir di semua kompetisi, dan dalam kelima kekalahan tersebut, mereka sama sekali tidak mampu membobol gawang lawan.
Baca Juga
Kondisi ini membuat posisi Chelsea di klasemen terancam. Tim-tim seperti Brentford, Bournemouth, Fulham, hingga Brighton kini menempel ketat mereka, siap menggeser posisi sang juara Piala Dunia Antarklub tersebut.
Kebangkitan Mental Brighton
Di bawah asuhan Fabian Hurzeler, Brighton menunjukkan mentalitas baja. Saat melawan Tottenham, mereka dua kali tertinggal namun mampu membalas lewat gol Kaoru Mitoma dan Georginio Rutter.