News . 20/04/2026, 18:19 WIB
fin.co.id - Sebuah ledakan besar terjadi di sebuah pabrik kembang api di wilayah Virudhunagar, negara bagian Tamil Nadu, India selatan. Insiden ini menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai beberapa lainnya, menjadikannya salah satu tragedi industri paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Peristiwa terjadi pada Minggu malam ketika sebagian besar aktivitas di pabrik sebenarnya dijadwalkan sudah berhenti. Namun sekitar 50 pekerja masih berada di dalam area produksi saat insiden berlangsung. Ledakan awal kemudian diikuti oleh ledakan susulan yang memperburuk situasi dan menyulitkan proses evakuasi.
Menurut laporan otoritas setempat yang dikutip oleh media internasional, ledakan terjadi di Vanaja Fireworks Industry, sebuah fasilitas produksi kembang api yang cukup dikenal di wilayah tersebut. Api dengan cepat menyebar ke beberapa ruangan produksi, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan memicu ledakan lanjutan dari bahan peledak yang masih tersimpan di dalam pabrik.
Upaya penyelamatan berlangsung dalam kondisi yang sangat berbahaya. Tim pemadam kebakaran dan penyelamat menghadapi tantangan besar karena ledakan kecil masih terus terjadi di dalam reruntuhan bangunan. Hal ini membuat proses evakuasi korban menjadi lebih lambat dari yang diharapkan.
Beberapa saksi mata yang berada di lokasi menyebutkan bahwa api tiba-tiba muncul sebelum suara ledakan besar terdengar. Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi kepanikan. Sebagian pekerja berusaha menyelamatkan diri, sementara lainnya terjebak di dalam bangunan yang runtuh.
Laporan juga menyebutkan bahwa sebagian besar korban adalah pekerja perempuan. Hingga saat ini, sebagian besar korban telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang, sementara proses identifikasi lainnya masih terus berlangsung.
Pihak kepolisian setempat telah membuka penyelidikan terhadap insiden ini. Pemilik pabrik dan seorang mandor dilaporkan melarikan diri dan kini masih dalam pencarian. Beberapa tim khusus telah dikerahkan untuk melacak keberadaan mereka.
Salah satu fokus utama penyelidikan adalah dugaan pelanggaran standar keselamatan kerja. Pabrik kembang api di India dikenal memiliki risiko tinggi karena melibatkan bahan kimia mudah meledak. Dalam banyak kasus serupa di masa lalu, kecelakaan terjadi akibat penyimpanan bahan yang tidak sesuai prosedur atau pelanggaran izin operasional.
Menurut laporan BBC News dalam artikel berjudul “Tamil Nadu: Firecracker factory blast in India state kills at least 25”, pabrik tersebut seharusnya sudah tutup saat kejadian, namun aktivitas masih berlangsung di dalam fasilitas tersebut.
Industri kembang api di India, khususnya di Tamil Nadu, merupakan salah satu pusat produksi terbesar di negara tersebut. Namun, sektor ini juga memiliki catatan panjang kecelakaan kerja yang mematikan.
Ledakan di fasilitas produksi kerap dikaitkan dengan kombinasi faktor seperti kurangnya pengawasan keselamatan, kepadatan pekerja, serta penyimpanan bahan peledak dalam jumlah besar di satu lokasi. Kondisi ini membuat setiap insiden berpotensi berubah menjadi bencana besar dalam waktu singkat.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id