fin.co.id - Sepekan setelah kemenangan fantastis 3-0 atas AC Milan di San Siro, Udinese bersiap menjamu Parma dalam lanjutan pekan ke-33 Serie A di Bluenergy Stadium, Sabtu, 18 April 2026, pukul 20.00 WIB.
Atmosfer di ruang ganti tuan rumah sedang membumbung tinggi. Bagaimana tidak? Kemenangan telak atas Rossoneri tersebut diwarnai catatan impresif, di mana mereka berhasil unggul dua gol sebelum turun minum, sebuah pencapaian langka bagi klub berjuluk Le Zebrette tersebut di markas Milan.
Performa lini belakang Udinese juga patut diacungi jempol. Mereka telah melewati tiga pertandingan beruntun tanpa kebobolan.
Nama terakhir yang mampu menjebol gawang mereka adalah pemain sayap Juventus, Jeremie Boga.
Kini, publik Udine berharap rekor tak kebobolan selama 322 menit ini tetap terjaga saat menghadapi gempuran tim tamu.
Dominasi Sejarah dan Peran Kunci Ekkelenkamp
Udinese memiliki modal sejarah yang sangat kuat saat bertemu Parma.
Dalam lima pertemuan terakhir, mereka berhasil meraup 13 dari 15 poin maksimal.
Sebaliknya, Parma selalu pulang dengan tangan hampa dalam tiga kunjungan terakhir mereka ke Udine.
Keberhasilan strategi pelatih Kosta Runjaic belakangan ini tidak lepas dari peran Jurgen Ekkelenkamp.
Gelandang serang ini tampil memukau dengan torehan gol dan asisnya.
Baca Juga
Meski Udinese hanya memenangkan satu dari empat laga kandang terakhir mereka di Stadion Friuli, dominasi psikologis atas Parma diprediksi akan menjadi senjata utama untuk mengamankan poin penuh.
Parma: Sang Spesialis Hasil Imbang
Di sisi lain, Parma datang dengan julukan sebagai "raja seri" musim ini.
Hasil imbang 1-1 melawan Napoli di pekan ke-32 menjadi hasil imbang ke-12 bagi tim asuhan Carlos Cuesta.