Chris Wood Cedera Lutut di Europa League, Selandia Baru Cemas Jelang Piala Dunia 2026

fin.co.id - 17/04/2026, 07:40 WIB

Chris Wood Cedera Lutut di Europa League, Selandia Baru Cemas Jelang Piala Dunia 2026

Striker Nottingham Forest Chris Wood mendapat perawatan medis di lapangan saat laga perempat final Europa League melawan Porto.Foto:friendsandfootball

fin.co.id – Kabar buruk menghampiri Nottingham Forest dan tim nasional Selandia Baru. Penyerang andalan mereka, Chris Wood, harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat mengalami cedera lutut dalam laga perempat final Europa League melawan Porto, Kamis malam waktu setempat.

Insiden tersebut bermula pada menit kedelapan ketika bek Porto, Jan Bednarek, melakukan pelanggaran keras. Tendangan tinggi Bednarek mengenai lutut kanan Wood, yang berujung pada kartu merah langsung bagi pemain bertahan asal Polandia tersebut.

Meski sempat mencoba melanjutkan pertandingan setelah insiden itu, Wood akhirnya menyerah pada menit ke-15. Setelah mendapatkan perawatan medis di pinggir lapangan, tim pelatih memutuskan untuk mengganti sang kapten Selandia Baru tersebut guna menghindari risiko yang lebih fatal.

Pukulan Telak bagi Klub dan Negara

Situasi ini menjadi alarm bahaya bagi pelatih Nottingham Forest. Pasalnya, striker berusia 34 tahun itu merupakan mesin gol utama tim dengan torehan 20 gol pada musim lalu. Kehilangan Wood di tengah perjuangan tim menghindari zona degradasi Premier League tentu menjadi kerugian besar bagi klub berjuluk The Reds tersebut.

Kekhawatiran lebih besar juga menyelimuti kubu Selandia Baru. Sebagai kapten sekaligus figur sentral tim, Wood diharapkan memimpin skuad "All Whites" di ajang Piala Dunia yang akan bergulir dua bulan lagi. Berdasarkan jadwal, Selandia Baru tergabung dalam Grup G dan akan bersaing dengan Iran, Mesir, serta Belgia.

Riwayat Cedera yang Mengkhawatirkan

Hingga saat ini, pihak klub belum merilis pernyataan resmi mengenai tingkat keparahan cedera tersebut. Namun, sejarah medis Wood menambah kecemasan para pendukungnya. Ia baru saja kembali merumput setelah sempat absen panjang selama enam bulan akibat masalah pada bagian tubuh yang sama.

Kutipan dari tim medis di lapangan menyebutkan bahwa pemeriksaan lebih lanjut akan segera dilakukan dalam 24 jam ke depan. "Kami harus menunggu hasil pemindaian secara menyeluruh sebelum menentukan berapa lama ia harus menepi," tulis laporan awal terkait kondisi sang striker.

Kehilangan Wood tidak hanya memengaruhi daya gedor lini depan Forest di kancah Eropa, tetapi juga mengancam mimpi Selandia Baru untuk tampil kompetitif di panggung dunia. Kini, para penggemar sepak bola hanya bisa berharap sang penyerang veteran itu tidak perlu absen lama dari lapangan hijau.

Lina
Lina
Penulis

FIN BIro Jogja