fin.co.id - Pemerintah Tiongkok kini meninggalkan gaya propaganda konvensional yang kaku dan beralih ke strategi komunikasi digital yang jauh lebih agresif. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial, Beijing kini aktif membangun narasi global yang tidak hanya mempromosikan citra positif dalam negeri, tetapi juga secara terbuka menyindir kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Transformasi ini terlihat jelas melalui perilisan serangkaian konten "infotainment" berbasis AI. Salah satu karya terbaru yang menarik perhatian adalah animasi pendek bergaya film bela diri klasik yang menjadi alegori konflik di Iran. Dalam video tersebut, seekor elang putih berpakaian mewah yang merepresentasikan AS digambarkan sebagai pihak yang memicu kekacauan, sementara sekelompok kucing Persia (mewakili Iran) bersumpah untuk melawan balik.
Pergeseran strategi ini merupakan respons langsung atas instruksi Presiden Xi Jinping yang menginginkan Tiongkok memiliki suara lebih besar di panggung internasional. Beijing berupaya keras mematahkan dominasi narasi Barat yang selama ini mereka anggap bias dan merugikan posisi politik Tiongkok.
Menyasar Generasi Z Lewat Konten Viral
Penggunaan AI dalam memproduksi konten bukan tanpa alasan. Shi Anbin, Profesor dari Universitas Tsinghua, menilai bahwa format ini sangat efektif untuk menjangkau audiens muda atau Generasi Z di seluruh dunia. "Ini adalah cara baru media arus utama Tiongkok untuk berinteraksi dengan audiens global agar mereka memahami sudut pandang Tiongkok terhadap urusan internasional," jelasnya.
Efektivitas strategi ini terbukti ketika konten tersebut merambah platform internasional seperti X (dahulu Twitter). Salah satu klip pendek yang diberi teks bahasa Inggris tercatat telah ditonton lebih dari 1 juta kali hanya dalam hitungan hari. Para ahli menilai konten tersebut tidak lagi terasa seperti propaganda tradisional, melainkan lebih mirip sebagai dramatisasi fiksi sejarah yang menarik.
Beberapa poin perubahan strategi komunikasi Tiongkok meliputi:
Modernisasi Bahasa: Meninggalkan jargon partai yang membosankan dan beralih ke bahasa internet yang populer.
Diversifikasi Format: Menggunakan musik rap, video musik (MTV), hingga animasi AI untuk menyampaikan pesan ideologis.
Pemanfaatan Influencer: Melibatkan selebritas dan akun-akun media sosial strategis dalam sebuah "matriks" komunikasi global.
Ancaman Keamanan Nasional bagi AS
Baca Juga
Di sisi lain, Washington mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kampanye informasi digital ini. Departemen Luar Negeri AS dalam laporan terbarunya memperingatkan bahwa kampanye pesan asing yang masif di platform digital merupakan ancaman langsung terhadap keamanan nasional. Narasi-narasi tersebut dinilai dapat memicu permusuhan terhadap kepentingan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia.
Tiongkok sebelumnya juga pernah merilis video musik buatan AI melalui kantor berita Xinhua yang menyindir ambisi AS terhadap Greenland. Dalam video tersebut, karakter elang botak berseragam militer digambarkan sebagai simbol ambisi hegemonik yang haus kekuasaan.