Internasional . 08/04/2026, 17:00 WIB
fin.co.id - Langkah besar mulai terlihat di industri energi global ketika kilang minyak raksasa di Amerika Serikat kembali mengolah minyak mentah dari Venezuela. Di balik keputusan ini, tersimpan strategi lama yang kini kembali relevan, sekaligus realita pahit bahwa harga bahan bakar belum tentu langsung turun.
Kilang besar di wilayah Gulf Coast, seperti fasilitas milik Chevron di Mississippi, sejak awal memang dirancang untuk mengolah minyak berat. Jenis minyak ini dikenal kental, berwarna gelap, dan mengandung sulfur tinggi, karakteristik khas minyak Venezuela.
Selama beberapa dekade, perusahaan energi di AS berinvestasi besar untuk membangun teknologi pengolahan minyak jenis ini. Sistem seperti cokers dan hydrocrackers dibuat khusus agar minyak berat bisa diubah menjadi produk bernilai tinggi seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet.
Ketika pasokan minyak berat menurun akibat sanksi dan konflik geopolitik, banyak kilang harus beradaptasi dengan minyak ringan dari dalam negeri. Namun, hal ini tidak selalu efisien secara ekonomi.
Kini, dengan kembalinya pasokan dari Venezuela, kilang-kilang tersebut kembali ke “habitat aslinya”.
Di tengah ketatnya sanksi terhadap Venezuela, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih diizinkan beroperasi di sana. Aktivitasnya dilakukan dengan lisensi khusus dari pemerintah AS, dengan aturan ketat agar tidak memberikan keuntungan langsung kepada pemerintah Venezuela.
Produksi minyak Venezuela oleh Chevron kini mencapai sekitar 250.000 barel per hari, dan berpotensi meningkat hingga 50 persen dalam waktu dekat.
Minyak tersebut kemudian dikirim langsung ke kilang di AS, menciptakan rantai pasok yang lebih terintegrasi: dari eksplorasi hingga konsumsi.
Secara teori, masuknya minyak Venezuela ke pasar AS seharusnya menambah pasokan dan menekan harga bahan bakar. Apalagi, minyak Venezuela cenderung lebih murah karena lebih sulit diolah.
Namun, kenyataan di lapangan belum sejalan dengan harapan.
Harga bensin di AS masih tinggi. Bahkan di dekat kilang besar sekalipun, konsumen belum merasakan dampak signifikan. Ini menimbulkan pertanyaan: jika pasokan bertambah, mengapa harga belum turun?
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id