fin.co.id - Insiden tak biasa terjadi di kota Wuhan ketika ratusan mobil tanpa sopir milik Baidu mendadak berhenti di tengah lalu lintas. Gangguan ini bukan hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga kembali memicu perdebatan global soal keamanan kendaraan otonom yang semakin berkembang pesat.
Layanan robotaxi Apollo Go yang selama ini digadang-gadang sebagai masa depan transportasi, tiba-tiba menghadapi ujian besar di dunia nyata.
Gangguan Sistem Picu Kekacauan di Jalan
Peristiwa ini terjadi ketika setidaknya seratus kendaraan otonom berhenti secara bersamaan di tengah jalan. Polisi setempat menyebut bahwa penyebab awal diduga berasal dari gangguan sistem yang membuat kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah mobil berhenti di jalur aktif, memicu antrean panjang kendaraan lain di belakangnya. Bahkan, salah satu rekaman menunjukkan dugaan tabrakan di jalan tol, meski pihak berwenang memastikan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Para penumpang dilaporkan berhasil keluar dari kendaraan dengan aman. Namun, kejadian ini tetap menimbulkan kekhawatiran besar, terutama karena terjadi secara massal dan tanpa peringatan.
Keamanan Mobil Tanpa Sopir Kembali Disorot
Insiden ini langsung memunculkan kembali pertanyaan mendasar: seberapa aman teknologi mobil tanpa sopir?
Kendaraan otonom seperti Apollo Go mengandalkan kombinasi sensor, kecerdasan buatan, dan sistem navigasi canggih untuk beroperasi tanpa intervensi manusia. Namun, gangguan sistem seperti ini menunjukkan bahwa masih ada celah yang belum sepenuhnya teratasi.
Dalam banyak kasus, kendaraan otonom memang dirancang untuk berhenti jika terjadi kesalahan sistem sebagai langkah pengamanan. Tetapi ketika hal itu terjadi secara serentak dalam jumlah besar, dampaknya justru bisa mengganggu keselamatan lalu lintas secara keseluruhan.
Ambisi Global dan Tantangan Regulasi
Baidu sendiri telah mengoperasikan layanan Apollo Go di berbagai kota, terutama di China. Perusahaan ini juga mulai memperluas ambisinya ke pasar internasional.
Baca Juga
Pada akhir 2025, Uber dan Lyft mengumumkan kerja sama dengan Baidu untuk menguji robotaxi di Inggris. Uji coba tersebut direncanakan dimulai pada 2026, meski masih menunggu persetujuan regulator setempat.
Insiden di Wuhan ini berpotensi memengaruhi proses tersebut. Regulator kemungkinan akan meninjau ulang standar keamanan sebelum memberikan izin operasional di jalan umum.