Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran, Tegaskan Netralitas

fin.co.id - 03/04/2026, 09:16 WIB

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serangan ke Iran, Tegaskan Netralitas

IRAN Ogah Kena TIPU 3 KALI, Teheran Tolak BERDAMAI dengan Donald Trump

fin.co.id -  Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Keputusan ini menegaskan kembali posisi netralitas militer yang selama ini dijaga negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Austria pada Kamis (2 April 2026) mengonfirmasi bahwa Washington telah mengajukan beberapa permintaan terkait penggunaan wilayah udara. Namun, pihaknya tidak merinci jumlah permintaan tersebut, seperti dilaporkan oleh penyiar publik ORF.

Pemerintah Austria menyatakan tidak memberlakukan larangan total terhadap penerbangan militer AS. Meski begitu, setiap permintaan akan ditinjau secara kasus per kasus dengan mempertimbangkan hukum netralitas yang berlaku.

Sikap pemerintah ini juga mendapat dukungan dari oposisi. Partai Sosial Demokrat (SPO) mendesak agar Austria tetap konsisten menolak keterlibatan dalam operasi militer.

“Menteri Pertahanan Klaudia Tanner (OVP) seharusnya tidak menyetujui satu pun penerbangan militer AS ke Teluk. Ia juga seharusnya tidak menyetujui penerbangan transportasi atau dukungan logistik lainnya,” kata Sven Hergovich, kepala SPO di Austria Hilir.

“Sama seperti yang dilakukan Spanyol, Prancis, Italia, dan Swiss. Perang ini merusak kepentingan ekonomi Austria, Eropa secara keseluruhan, dan perdamaian dunia,” ujarnya, menambahkan.

Austria bukan satu-satunya negara Eropa yang mengambil langkah serupa. Spanyol sebelumnya dilaporkan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan militer yang terkait konflik tersebut. Sementara itu, Italia menolak permintaan pesawat AS untuk mendarat di pangkalan militernya di Sisilia.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan ini menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Keputusan Austria menunjukkan adanya kehati-hatian di kalangan negara Eropa untuk tidak terlibat langsung dalam konflik yang berpotensi meluas, meskipun tekanan dari sekutu terus meningkat. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca