fin.co.id – Klub basket Indonesia, Dewa United Banten, akan langsung menghadapi tantangan serius saat membuka perjalanan mereka di ajang Basketball Champions League (BCL) Asia East 2026.
Sebagai wakil Indonesia sekaligus juara Indonesian Basketball League (IBL) 2025, tim berjuluk Anak Dewa ini tak punya waktu untuk beradaptasi santai.
Mereka harus langsung tampil kompetitif sejak laga pertama fase grup BCL Asia East 2026, berhadapan langsung dengan salah satu tim tangguh.
Langsung Hadapi Lawan Tangguh
Pada fase grup, Dewa United tergabung di Grup A bersama dua tim kuat dari Asia Tenggara, yakni Johor Southern Tigers Malaysia dan Hi-Tech Basketball Club Thailand.
Laga perdana dijadwalkan berlangsung mulai 27 Maret 2026 dengan sistem caravan model, di mana seluruh pertandingan digelar dalam satu rangkaian seri.
Format ini membuat setiap tim harus tampil konsisten sejak awal, karena tidak banyak waktu untuk evaluasi panjang di antara pertandingan.
Modal Skuad Campuran Lokal dan Asing
Menghadapi kompetisi level Asia, Dewa United tetap mengandalkan kombinasi pemain lokal dan asing yang sudah menjadi tulang punggung tim.
Nama-nama seperti Joshua Ibarra, D.J. Cooper, dan Troy Gillenwater menjadi kekuatan utama di sektor asing.
Baca Juga
Sementara pemain lokal seperti Arki Dikania Wisnu, Rio Disi, hingga Kaleb Ramot Gemilang diharapkan bisa memberikan kontribusi penting.
Meski begitu, kondisi tim belum sepenuhnya ideal. Beberapa pemain masih dalam proses pemulihan cedera, sehingga kesiapan skuad akan benar-benar diuji di turnamen ini.
Target Lolos ke Fase Berikutnya
Dalam format kompetisi, tiga tim terbaik dari fase grup akan melaju ke babak Final Six untuk memperebutkan tiket ke Basketball Champions League Asia 2026.
Dengan hanya tiga tim di Grup A, peluang lolos sebenarnya terbuka. Namun, Dewa United tetap dituntut tampil maksimal untuk menjaga reputasi sebagai wakil Indonesia.