Serangan ke Pusat Gas Dunia Picu Lonjakan Harga Energi di Inggris dan Eropa

fin.co.id - 19/03/2026, 15:42 WIB

Serangan ke Pusat Gas Dunia Picu Lonjakan Harga Energi di Inggris dan Eropa

Harga Gas Alam Melonjak, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Serangan terhadap fasilitas energi utama di kawasan Teluk langsung mengguncang pasar global. Salah satu titik paling krusial, kompleks gas Ras Laffan di Qatar, dilaporkan mengalami kerusakan setelah menjadi target serangan rudal. Kawasan ini dikenal sebagai pusat pengolahan gas alam cair terbesar di dunia, yang selama ini menjadi tulang punggung pasokan energi global.

Dalam hitungan jam setelah serangan, harga gas alam di pasar Eropa dan Inggris melonjak tajam. Lonjakan bahkan sempat menyentuh lebih dari 25 persen dalam perdagangan awal, sebelum sedikit mereda. Namun secara keseluruhan, harga tetap berada jauh di atas level sebelum konflik dimulai.

Situasi ini memperlihatkan betapa rentannya sistem energi global terhadap gangguan geopolitik, terutama ketika menyangkut wilayah yang menjadi jantung produksi energi dunia.

Apa yang Terjadi di Pusat Gas Dunia

Serangan yang terjadi bukan hanya simbolis, tetapi menyasar infrastruktur vital. Ras Laffan di Qatar merupakan fasilitas ekspor liquefied natural gas atau LNG terbesar di dunia. LNG sendiri adalah gas alam yang didinginkan hingga menjadi cair, sehingga dapat dikirim ke berbagai negara menggunakan kapal tanker.

Selain Qatar, wilayah lain yang turut terdampak adalah ladang gas South Pars di Iran, salah satu cadangan gas terbesar di planet ini. Ketika dua pusat energi raksasa ini terseret dalam konflik, dampaknya langsung terasa ke seluruh dunia.

Seorang analis energi internasional pernah menyatakan, “Gangguan kecil saja di kawasan Teluk bisa berdampak besar pada harga global, apalagi jika yang terganggu adalah fasilitas utama seperti LNG.” Pernyataan ini kini terbukti dalam kondisi nyata.

Lonjakan Harga dan Kepanikan Pasar

Pasar energi bereaksi cepat. Harga gas di Inggris melonjak lebih dari 20 persen, sementara di pasar Eropa kenaikan bahkan sempat lebih tinggi. Harga minyak juga ikut terdorong naik, menandakan bahwa kekhawatiran tidak hanya terbatas pada gas, tetapi seluruh sektor energi.

Kondisi ini dipicu oleh ketakutan akan terganggunya pasokan. Qatar selama ini menjadi salah satu eksportir LNG terbesar ke Eropa, terutama setelah pasokan dari Rusia berkurang drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika suplai dari satu sumber utama terancam, pasar langsung merespons dengan menaikkan harga sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kelangkaan.

Dampak Langsung ke Inggris dan Eropa

Bagi Inggris dan negara-negara Eropa, gas alam bukan sekadar komoditas biasa. Energi ini digunakan untuk:

  • Pemanas rumah tangga

  • Pembangkit listrik

  • Kebutuhan industri

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID